Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Machmudin menandatangani Raperda APBD Provinsi Jabar 2024 di kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (15/11/2023) lalu.
BERITAUSUKABUMI.COM-Pendiri DIAGA Muda Indonesia, […]
NEWS
Beritau Sukabumi
Panwascam dan PKD Tidak Bisa Jaga Integritas dan Netralitas Siap-Siap Diberhentikan
Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Faisal Rifai terus mengingatkan agar Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam), Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) terus menjaga integritas dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Hal itu ditegaskan Faisal saat Apel Siaga Pengawasan Pemilu atau Pemilihan Umum tahun 2024, di Hotel Selabintana Sukabumi, Minggu (19/11/2023).
Faisal menegaskan apabila ada Panwascam dan anggota PKD yang melanggar maka Bawaslu Kabupaten Sukabumi tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian, karena itu merupakan instruksi dari Pimpinan Bawaslu RI.
“Tidak ada toleransi bagi penyelenggara pemilu terutama jajaran Bawaslu sampai dengan Adhoc, ketika sudah tidak berintegritas. Dan saya tekankan kembali bahwa jajaran Bawaslu Kabupaten, Panwaslucam, dan PKD dipastikan untuk tidak melakukan hal-hal diluar aturan, dan untuk tetap menjaga Integritas, Netralitas dan tidak bermain Money Politic,”tegas Faisal dalam arahannya.
Juni 2024 Kepala Daerah Se-Indonesia Akan Berkumpul di Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi terpilih jadi tuan rumah Healthy City Summit 2024. Dijadwalkan 200 kepala daerah se-Indonesia akan menghadiri acara dua tahunan tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menegaskan, Kabupaten Sukabumi sudah siap 100 persen untuk menjadi tuan rumah dalam perhelatan Healthy City Summit 2024.
Cerita Saksi Pelajar SMP asal Nagrak Sukabumi yang Diduga jadi Korban Perdagangan Orang
Seorang Pelajar SMP berinisial MC (15) asal Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga jadi korban tindak pidana penjualan orang oleh temannya sendiri.
Dari keterangan keluarga, MC meninggalkan rumah pada hari Sabtu (04/11/2023) sekitar pukul 15:00 WIB. Saat meninggalkan rumah bersama temannya, MC memakai baju warna putih dan celana jeans warna biru tua.
Saat meninggalkan rumah MC sempat terlihat oleh tetangganya dibawa oleh orang tak dikenal dengan mengunakan motor sport Ninja warna hijau. Tetangga MC sempat menegur MC dan temanya yang membawanya tersebut.
“Hey…mau dibawa kemana anak orang, nanti susah orang tua nya nyari,” ungkap Dedeh tetangga MC kepada sejumlah wartawan.
Namun, menurut Dedeh tegurannya tidak ditanggapi. Mereka terus pergi dengan kendaraannya menembus cuaca yang saat itu sedang turun hujan.
Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Cireunghas Sukabumi Ditangkap
Pelaku tewasnya pria paruh baya berinisial S (55 tahun) yang ditemukan tewas dalam keadaan tangan, kaki dan muka terikat lakban didalam sebuah minibus yang terpakir di salah satu minimarket di Cireunghas Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu akhirnya terkuak.
Hal ini setelah Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota meringkus Dua terduga pelaku JF (30 tahun) dan DP (23 tahun) di wilayah Tanggerang, Jum’at (17/11/2023).
Sempat Hilang Pegawai Bank Emok Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang Sukabumi
Seorang pegawai jasa pinjaman uang atau lebih dikenal orang Sukabumi dengan julukan Bank Emok berinisial RS (37 tahun), ditemukan sudah tidak bernyawa di Sungai Cipelang Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, Jumat (17/11/2023).
Cemburu Penyebab Ayah Siksa Anak Kandungnya Sendiri di Surade Sukabumi
Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengungkap motif W tersangka ayah kandung yang menyiksa anak kandungnya sendiri di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.
Dalam konferensi pers Kamis (16/11/2023) lalu, AKBP Maruly Pardede menyebut motif W menyiksa anak kandungnya sendiri lantaran diduga cemburu dengan istrinya yang sedang bekerja jadi TKW di Arab Saudi.
“Diduga tersangka kesal setelah mengetahui adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya yang sedang kerja di Arab Saudi,”Maruly Pardede.
Jelang Akhir Tahun 2023 Inflasi di Kota Sukabumi masih Dinilai Stabil
Tingkat inflasi di Kota Sukabumi dinilai masih stabil, namun harus tetap dikendalikan menjelang akhir tahun 2023.
Hal ini menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dipimpin Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji di Ruang Oproom Balai Kota Sukabumi, Kamis (16/11/2023).
Selain Pj Wali Kota Sukabumi hadir pula Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sukabumi Nuraeni Komarudin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Adrian Hariadi.
“Inflasi di Kota Sukabumi masih stabil dan di batas normal 3,0±1,” ujar Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji.
Buntut Kasus Salah Tangkap dan Penganiayaan Empat Anggota Polres Sukabumi Dibebastugaskan
Untuk sementara empat anggota Polres Sukabumi yang terlibat kasus salah tangkap dan dugaan penganiayaan seorang warga Kampung Citangkil, Desa Mandrajaya Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dibebastugaskan.
Demikian dikatakan Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede usai menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun Ke-78 Brigade Mobil atau Brimob di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (16/11/2023).
Ini Isi Rapat Dinas Bulanan November Pemkab Sukabumi
Rapat Dinas Bulan November Tahun 2023 di Aula Sekretariat Daerah Kab. Sukabumi, Palabuhanratu, Kamis, (16/11/2023).
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









