BERITAUSUKABUMI.COM-Anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan mengalami penurunan pada tahun 2027.
Dari alokasi sebesar Rp268 triliun pada 2026, anggaran program tersebut diperkirakan menjadi Rp174 triliun. Meski demikian, pemerintah menegaskan penurunan anggaran tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan maupun pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran dilakukan setelah pemerintah mengevaluasi kebutuhan riil pelaksanaan program di lapangan.
Hasil evaluasi menunjukkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibutuhkan lebih sedikit dibanding target awal.
Semula pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 27 ribu SPPG, namun berdasarkan hasil kajian terbaru, kebutuhan operasional dinilai cukup dengan sekitar 21 ribu titik agar program dapat berjalan secara efektif dan efisien.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp174 triliun, Program Makan Bergizi Gratis tetap ditargetkan mampu menjangkau sekitar 84 juta siswa di seluruh Indonesia.
Selain mendukung penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik, anggaran tersebut juga mencakup program kesehatan untuk ibu hamil serta berbagai upaya percepatan penurunan angka stunting.
Said Abdullah menegaskan bahwa pengurangan anggaran merupakan bagian dari langkah efisiensi tata kelola program, bukan pemangkasan kualitas layanan.
Pemerintah tetap berkomitmen menjaga standar gizi yang diterima para penerima manfaat sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan lebih optimal di seluruh daerah.





