Hubungan Ayep Zaki dan Bobby Maulana Dikabarkan Merenggang, PDIP: Masih Fine-Fine Saja

Isu merenggangnya hubungan antara Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana mulai menjadi sorotan publik. Menanggapi kabar tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asyari, menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya belum melihat adanya tanda-tanda keretakan hubungan di antara keduanya.
Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asyari,

BERITAUSUKABUMI.COM-Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asyari, menegaskan hingga saat ini dirinya belum melihat adanya tanda-tanda keretakan hubungan di antara Walikota Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi, Ayep Zaki-Bobby Maulana.

“Masih fine-fine saja. Masih satu kantor,” kata Rojab Asyari saat dimintai tanggapan BERITAUSUKABUMI.COM terkait isu yang berkembang, Minggu (7/6/2026).

Sebagai kader partai pengusung pasangan Ayep Zaki-Bobby Maulana pada Pilkada Kota Sukabumi, Rojab mengaku belum memperoleh informasi yang mengarah pada adanya konflik di internal kepemimpinan daerah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Belum dapat info. Kalau benar iya, sangat disayangkan. Kalau tidak benar, Alhamdulillah. Semoga tetap akur saja,” ujarnya.

Isu kerenggangan hubungan Ayep Zaki dan Bobby Maulana mencuat setelah keduanya dinilai jarang tampil bersama dalam sejumlah agenda pemerintahan maupun kegiatan publik dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut berbeda dengan masa awal kepemimpinan mereka yang kerap menunjukkan kekompakan di berbagai kesempatan.

Spekulasi semakin berkembang setelah Bobby Maulana tidak terlihat mendampingi Ayep Zaki saat menghadapi aksi demonstrasi yang berlangsung di Balai Kota Sukabumi pada 2 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut bahkan sempat terdengar teriakan dukungan kepada Bobby dari sejumlah peserta aksi.

Selain itu, beredar informasi dari kalangan internal yang menyebutkan setiap agenda atau undangan yang diterima Bobby Maulana harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan ketat dari Ayep Zaki dan dalam beberapa kegiatan keduanya harus hadir bersama.

Pentolan Nusabumi Institute, Dedi Suryadi, menilai berbagai dinamika politik yang berkembang belakangan ini turut memunculkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai hubungan kerja antara wali kota dan wakil wali kota.

“Bisa jadi Pak Bobby mulai jengah dengan kondisi hari ini,” kata Dedi.

Menurutnya, selama ini Bobby Maulana masih menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil wali kota secara loyal. Namun meningkatnya tekanan publik terhadap pemerintahan saat ini dinilai berpotensi memengaruhi dinamika politik di lingkungan pemerintahan daerah.

Meski demikian, Dedi berharap isu tersebut tidak benar. Ia menilai kekompakan kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

“Ya mudah-mudahan kabar ini tidak benar, dan roda pemerintahan yang dijalankan wali kota dan wakil wali kota tetap berjalan sinergis demi kepentingan masyarakat Kota Sukabumi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki maupun Wakil Wali Kota Bobby Maulana terkait isu kerenggangan hubungan yang beredar di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *