BERITAUSUKABUMI.COM-Transformasi ekosistem pendidikan Islam menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi unggul yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.
Hal tersebut disampaikan Pakar Manajemen Pendidikan Islam dan Pengembangan SDM, Dr. Asep Deni, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Capacity Building bagi tenaga pendidik di Komplek Perguruan Yayasan Tarbiyatushibyan (Yatshi), Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang diikuti para tenaga pengajar Yayasan Yatshi tersebut menjadi momentum memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Islam agar mampu menjawab perubahan zaman yang semakin dinamis.
Dalam paparannya, Asep Deni menegaskan bahwa pendidikan Islam saat ini tidak lagi cukup hanya mengejar prestasi akademik.
Menurutnya, lembaga pendidikan harus mampu membangun karakter, kepemimpinan, serta kompetensi peserta didik agar siap bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Transformasi pendidikan Islam bukan hanya mengubah sistem pembelajaran, tetapi membangun budaya yang mampu melahirkan generasi berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam,” tegas Asep Deni.
Deni menjelaskan, keberhasilan transformasi pendidikan sangat bergantung pada terbentuknya ekosistem yang kuat dan saling mendukung.
Mulai dari kepemimpinan lembaga yang visioner, peningkatan kualitas guru, budaya organisasi yang sehat, hingga keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat.
Menurutnya, kepala madrasah maupun pimpinan lembaga pendidikan harus menjadi motor penggerak perubahan melalui kepemimpinan yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, guru dituntut terus meningkatkan kompetensi agar mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menguasai keterampilan abad ke-21.
Asep Deni menambahkan, ekosistem pendidikan Islam yang sehat akan menciptakan lingkungan belajar yang mendorong inovasi, kolaborasi, kreativitas, serta pembentukan akhlak mulia.
Dengan demikian, lulusan madrasah diharapkan mampu menjadi pribadi yang kritis, komunikatif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi.
Asep Deni menilai, transformasi ekosistem pendidikan Islam merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dinilai menjadi faktor utama agar pendidikan Islam mampu melahirkan generasi emas yang siap menghadapi tantangan di tingkat nasional maupun internasional.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Ketua Yayasan Tarbiyatushibyan (YATSHI) Cibolangkaler Cisaat, Ujang Samsul Hidayat, mengatakan kegiatan Capacity Building dan Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik sekaligus memperkuat sinergi di seluruh satuan pendidikan YATSHI.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena pada hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat pada acara Capacity Building dan Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan YATSHI Cibolangkaler Cisaat,” ujar Ujang Samsul Hidayat.
Ia juga menyampaikan penghormatan kepada narasumber, Asep Deni, Pakar Manajemen Pendidikan Islam dan Pengembangan SDM, yang hadir untuk memberikan penguatan mengenai transformasi ekosistem pendidikan Islam kepada seluruh peserta.
Ujang turut mengapresiasi panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan tersebut hingga berjalan dengan lancar.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum penting untuk menyamakan visi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan profesionalisme seluruh tenaga pendidik di lingkungan YATSHI.
“Kami berharap seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan dapat terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran sehingga YATSHI mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, unggul, dan siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.





