PKS Kabupaten Sukabumi Borong 3 Ton Jagung Petani di Kebonpedes

PKS Kabupaten Sukabumi memborong 3 ton jagung hasil panen petani di Desa Lembursawah, Kebonpedes, sebagai upaya membantu petani yang terdampak anjloknya harga saat panen raya.
Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Herwan Nugraha memetik jagung hasil panen petani di Desa Lembursawah, Kebonpedes, sebagai upaya membantu petani yang terdampak anjloknya harga saat panen raya. (pkssmi)

BERITAUSUKABUMI.COM – Panen raya yang seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi petani justru berubah menjadi persoalan ekonomi.

Melimpahnya hasil panen jagung secara bersamaan menyebabkan harga jual di tingkat petani mengalami penurunan, sehingga berdampak pada pendapatan mereka.

Melihat kondisi tersebut, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah nyata dengan memborong sekitar tiga ton jagung hasil panen petani di Desa Lembursawah, Kecamatan Kebonpedes.

Bacaan Lainnya

Jagung tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sekaligus membantu menjaga harga jual di tingkat petani.

Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Herwan Gunawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap petani yang selama ini menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.

“Panen seharusnya menjadi kabar bahagia bagi petani. Namun kenyataannya, saat panen raya justru harga jagung turun karena hasil panen melimpah datang dalam waktu yang bersamaan. Kondisi seperti ini tentu sangat memberatkan petani,” ujar Herwan kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, pembelian sekitar tiga ton jagung tersebut memang tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan yang dihadapi petani.

Namun, langkah kecil itu diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi contoh kepedulian terhadap sektor pertanian.

“Di Desa Lembursawah, Kecamatan Kebonpedes, kami berikhtiar mengambil bagian dalam solusi. PKS Kabupaten Sukabumi memborong sekitar tiga ton hasil panen jagung petani dengan harga yang layak, kemudian membagikannya kepada masyarakat.

Ini mungkin langkah yang sederhana, tetapi kami percaya kepedulian sekecil apa pun akan sangat berarti bagi para petani,” katanya.

Herwan menegaskan, petani tidak hanya membutuhkan dukungan moral, tetapi juga keberpihakan dalam bentuk kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga hasil panen dan memberikan kepastian pasar.

“Petani tidak hanya membutuhkan semangat. Mereka membutuhkan kebijakan yang melindungi, harga yang adil, dan keberpihakan yang nyata. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu hadir memberikan solusi agar petani tidak terus dirugikan ketika musim panen tiba,” tegasnya.

Herwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani yang terus bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan masyarakat meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh petani yang tanpa lelah terus bekerja memberi makan negeri ini. Semoga semakin banyak pihak yang ikut bergerak membantu petani, karena ketika petani sejahtera, Indonesia pun akan semakin kuat,” pungkas Herwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *