BERITAUSUKABUMI.COM – Nama seorang bayi laki-laki asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mendadak menjadi perhatian publik setelah diberi nama Muhammad MBG Subianto.
Kisah unik tersebut viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Bayi tersebut lahir pada Jumat, 10 Juli 2026 lalu, dengan berat badan 3.060 gram dan panjang 50 sentimeter.
Di balik nama yang tak biasa itu, tersimpan kisah perjuangan ekonomi keluarga yang menginspirasi. Sang ibu, Yuharni, menjelaskan bahwa nama tersebut dipilih bukan untuk mencari sensasi atau popularitas.
Menurutnya, nama itu menjadi simbol rasa syukur atas perubahan hidup keluarganya setelah ia mendapatkan pekerjaan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yuharni mengungkapkan, sejak diterima bekerja sebagai Koordinator Ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 25 Agustus 2025, kondisi ekonomi keluarganya mulai membaik.
“Karena saya kerja di MBG. Saya sangat suka dengan program itu karena sangat membantu. Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto supaya menjadi kenangan sampai seumur hidup,” ujar Yuharni, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, singkatan MBG diambil dari nama Program Makan Bergizi Gratis, sedangkan nama Subianto merupakan bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Untuk kenang-kenangan ada nama Pak Presidennya,” katanya.
Menurut Yuharni, penyematan nama tersebut merupakan ungkapan terima kasih karena program MBG telah memberinya kesempatan bekerja dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Keputusan itu sempat menjadi bahan diskusi dengan sang suami, Ambon Yasin. Awalnya, suaminya mempertanyakan alasan penggunaan singkatan MBG dalam nama anak mereka.
Namun setelah berdialog, keduanya sepakat tetap menggunakan nama tersebut dengan menambahkan nama Muhammad di bagian depan.
“Suami bilang yang penting ada Muhammad-nya. Akhirnya kami sepakat menjadi Muhammad MBG Subianto,” tutur Yuharni.
Saat ini, kondisi ibu dan bayi dilaporkan dalam keadaan sehat. Keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran sang bayi.
Meski nama anaknya menuai pro dan kontra di media sosial, Yuharni mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya.
“Ada yang baik, ada yang jelek. Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas. Sudah biasa, manusia tidak ada yang sempurna,” ujarnya.
Kisah ini pun menjadi perbincangan hangat di dunia maya. Sebagian warganet menilai nama tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap program pemerintah yang dinilai bermanfaat, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai pilihan yang tidak lazim.
Namun bagi Yuharni dan keluarganya, nama Muhammad MBG Subianto merupakan simbol harapan, rasa syukur, dan pengingat atas perubahan hidup yang mereka rasakan.





