BERITAUSUKABUMI.COM-Sejumlah nelayan di pesisir Pantai Ujung Genteng, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, menemukan uang koin kuno yang diduga berasal dari masa kolonial Belanda.
Koin-koin bersejarah itu diduga kuat terbawa arus laut atau akibat erosi pasir di sekitar kawasan pantai Ujung Genteng. Pihak TNI AL Ujung Genteng bersama aparat desa kini tengah meneliti temuan tersebut.
Komandan Pos TNI Angkatan Laut (Danpos TNI AL) Ujung Genteng, Letda Laut (P) Andri Kurniawan, mengonfirmasi koin kuno itu ditemukan pada Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.
“Awalnya, penemuan ini tidak banyak diketahui orang. Namun setelah viral di media sosial pada Sabtu (26/7/2025), perhatian publik langsung tertuju ke Pantai Ujung Genteng,” ungkap saat dikonfirmasi wartawan.
“Kami akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keaslian dan usia koin ini, apakah benar peninggalan kolonial Belanda atau tidak,” tambah Andri.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tidak memperjualbelikan atau merusak temuan sejarah tersebut.
“Benda seperti ini memiliki nilai sejarah tinggi. Perlu ada kajian dari pihak berwenang agar nilai historisnya tidak hilang,”kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Sendi Apriandi.
Temuan koin kuno ini kata Sendi membuka peluang untuk menggali potensi wisata sejarah di Ujung Genteng. “Jika penelitian membuktikan bahwa koin ini benar peninggalan kolonial Belanda, pemerintah daerah bisa menjadikannya sebagai daya tarik wisata sejarah sekaligus menambah nilai edukasi bagi pengunjung<“ungkap Sendi.
Dalam catatan sejarah yang ada, Pantai Ujung Genteng bukan hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang.
Pada era kolonial Belanda, wilayah pesisir Sukabumi termasuk Ujung Genteng menjadi salah satu jalur perdagangan penting di selatan Jawa.
Banyak kapal dagang dan kapal militer Belanda yang melintas dan berlabuh di wilayah ini, terutama untuk pengangkutan rempah, hasil bumi, dan kebutuhan logistik.
Sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa kawasan ini kerap menjadi titik singgah kapal VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie).
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika masih ditemukan peninggalan berupa koin atau artefak kolonial di sekitar kawasan pantai.





