Sejarah Tahun Hijriyah: Penanggalan Islam Bermula dari Hijrah Nabi Muhammad SAW

perayaan 1 Muharam (pwmjateng)

BERITAUSUKABUMI.COM-Tahun Hijriyah adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh umat Islam di seluruh dunia. Kalender ini tidak hanya menjadi pedoman dalam beribadah, tetapi juga sarat makna sejarah dan spiritual.

Penetapan Tahun Hijriyah bermula dari peristiwa penting dalam sejarah Islam Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Kalender Hijriyah secara resmi mulai digunakan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab tepatnya pada tahun ke-17 Hijriyah atau sekitar tahun 638 Masehi.

Meskipun peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW terjadi pada tahun 622 M, penetapan sistem kalender baru dilakukan belasan tahun kemudian untuk keperluan administratif dan pencatatan surat resmi pemerintahan Islam.

Para sahabat sempat mempertimbangkan beberapa peristiwa penting lain seperti kelahiran Nabi, masa kenabian, dan turunnya wahyu pertama.

Namun, peristiwa hijrah dipilih karena dianggap sebagai awal mula berdirinya peradaban Islam dan simbol transformasi perjuangan umat Muslim dari tekanan menuju kebebasan dan kedaulatan.

Tahun Hijriyah menggunakan sistem lunar (bulan), bukan solar (matahari) seperti kalender Masehi. Dalam satu tahun Hijriyah terdapat 12 bulan, namun jumlah harinya lebih pendek, yakni sekitar 354–355 hari.

Berikut adalah daftar 12 bulan dalam kalender Hijriyah:

1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul Awal
4. Rabiul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya’ban
9. Ramadhan
10. Syawal
11. Zulkaidah
12. Zulhijjah

Beberapa bulan, seperti Ramadhan, Dzulhijjah, dan Muharram, memiliki makna penting dalam pelaksanaan ibadah wajib seperti puasa dan haji.

Kalender Hijriyah bukan sekadar sistem penanggalan, tetapi menjadi pedoman utama dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai ibadah seperti Puasa Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, Ibadah haji, Zakat dan puasa sunnah.

Selain itu, Tahun Hijriyah mengajarkan umat Islam untuk selalu mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan agama Islam.

Hijrah bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga simbol perubahan spiritual menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh ketaatan kepada Allah SWT.

Karena kalender Hijriyah lebih pendek sekitar 11 hari dari kalender Masehi, maka tanggal-tanggal penting dalam Islam selalu maju setiap tahunnyajika dilihat dari kalender Masehi. Misalnya, jika Ramadhan tahun ini jatuh pada bulan Maret, maka tahun depan bisa jatuh di Februari.

Tahun Hijriyah merupakan warisan besar peradaban Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai alat penanggalan, tetapi juga pengingat akan perjuangan, perubahan, dan spiritualitas umat Islam.

Dengan memahami sejarah dan maknanya, umat Muslim dapat lebih menghargai setiap momen dalam perjalanan hidupnya sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *