BERITAUSUKABUMI.COM – Di tengah proses pemulihan pascakebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kepedulian masyarakat terus mengalir.
Namun, di balik besarnya solidaritas tersebut, Founder Desa Wisata Hanjeli sekaligus pegiat sosial, Hidayat Asep, mengingatkan pentingnya tata kelola bantuan agar tetap memberikan manfaat maksimal dan menjaga martabat para penyintas.
Menurut Hidayat Asep, bantuan pakaian yang datang dalam jumlah besar sering kali tidak dikelola dengan baik sehingga menumpuk, berserakan, tercampur, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tidak dimanfaatkan oleh para korban bencana.
“Kami sangat mengapresiasi besarnya kepedulian masyarakat, pemerintah, dan semua pihak yang telah mengulurkan bantuan. Terima kasih atas setiap niat baik yang diberikan kepada saudara-saudara kita di Kasepuhan Ciptamulya,” ujar Hidayat Asep, Selasa (28/7/2026).
Ia menilai, setiap bantuan yang diberikan memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi sehingga proses penyalurannya juga harus dilakukan secara tertib, rapi, dan menghormati penerima bantuan.
Sebagai bentuk kepedulian, Desa Wisata Hanjeli menerapkan sistem pengelolaan donasi pakaian sebelum disalurkan kepada warga terdampak.
Seluruh pakaian yang diterima terlebih dahulu disortir, dipastikan masih layak digunakan, kemudian dirapikan, disetrika, diberi pewangi, hingga ditata menyerupai sebuah toko pakaian sederhana.
Melalui cara tersebut, para penyintas dapat memilih sendiri pakaian sesuai ukuran dan kebutuhannya tanpa harus berebut atau menerima pakaian yang tidak sesuai.
“Bagi kami, bantuan bukan sekadar memberikan barang, tetapi juga menjaga rasa hormat, kenyamanan, dan kemanusiaan bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” kata Hidayat.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak dalam menangani bantuan kemanusiaan di lokasi bencana.
Menurutnya, keberhasilan penyaluran bantuan tidak hanya diukur dari cepatnya distribusi, tetapi juga dari kualitas pengelolaan yang mampu menjaga martabat para korban.
“Dalam setiap bencana, bukan hanya kecepatan yang dibutuhkan, tetapi juga kerapihan, kepedulian, dan cara kita memanusiakan sesama. Hal-hal kecil seperti menata bantuan dengan baik dapat memberikan dampak besar bagi psikologis penyintas,” pungkasnya.





