Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Disdik Sukabumi Wajibkan Siswa SD-SMP Pakai Masker

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar, Disdik Kabupaten Sukabumi menginstruksikan seluruh siswa SD dan SMP sederajat memakai masker untuk mencegah paparan abu vulkanik.
Anak sekolah SD menggunakan masker (foto:fbmalasari)

BERITAUSUKABUMI.COM, SUKABUMI-Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menginstruksikan seluruh sekolah tingkat SD dan SMP atau sederajat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul menyebarnya abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Salah satu langkah yang diminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi adalah memastikan seluruh siswa wajib menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah maupun saat beraktivitas di luar ruangan.

Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik dari paparan abu vulkanik yang dapat terbawa angin dan masuk ke saluran pernapasan.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan pihaknya telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar mengambil langkah pencegahan guna meminimalkan dampak abu vulkanik terhadap siswa.

“Rilis atau surat ederan resminya besok. Untuk sementara kami menginstruksikan kepada seluruh sekolah, baik SD maupun SMP sederajat, agar seluruh siswa menggunakan masker sebagai upaya mengantisipasi dampak abu vulkanik,” ujar Herdiawan kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Minggu (6/9/2026)

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi perhatian utama. Karena itu, sekolah diminta tidak mengabaikan kondisi lingkungan apabila abu vulkanik mulai dirasakan di wilayah sekitar sekolah.

Selain penggunaan masker, pihak sekolah juga diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan siswa.

Apabila terdapat siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar abu vulkanik, sekolah diminta segera melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Sekolah harus tetap memperhatikan kondisi anak-anak. Kalau memang kondisi udara atau lingkungan tidak memungkinkan untuk kegiatan di luar ruangan, tentu harus dilakukan penyesuaian,” katanya.

Herdiawan menegaskan, koordinasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah menjadi penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

Orang tua juga diharapkan memastikan anak menggunakan masker saat berangkat dan pulang sekolah, terutama apabila kondisi udara di wilayah tempat tinggal maupun jalur perjalanan masih dipengaruhi abu vulkanik.

“Yang paling penting adalah menjaga anak-anak. Kami meminta sekolah mengikuti perkembangan kondisi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi peserta didik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *