Bunga Layu, Huruf S dan B Hilang Tugu Pemkab Sukabumi Jadi Sorotan di Semarak HJKS ke-156

Beberapa huruf pada tugu terlepas atau rusak, sementara tanaman hias di sekitarnya tampak kurang segar (sumber:ist)
Beberapa huruf pada tugu terlepas atau rusak, sementara tanaman hias di sekitarnya tampak kurang segar (sumber:ist)

BERITAUSUKABUMI.COM – Nuansa budaya Sunda begitu kental mewarnai puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 melalui Sekar Budaya yang digelar di Alun-alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).

Salah satu rangkaian kegiatan ditandai dengan prosesi penyiraman air oleh Bupati Sukabumi Asep Japar ke patung penyu.

Yang mana, air tersebut berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, kemudian disatukan ke dalam sebuah kendi sebagai simbol persatuan dan kebersamaan seluruh wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Namun, tatkala prosesi tersebut berlangsung, terdapat pemandangan yang kurang mengenakkan di sekitar tugu yang menjadi bagian dari wajah Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah bunga tampak layu, sementara huruf timbul pada bagian tugu terlihat tidak lengkap.

Pada tulisan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, huruf S dan B terlihat tidak ada sehingga tampilan tugu menjadi kurang sempurna.

Kondisi tersebut cukup kontras dengan semangat persatuan yang ditampilkan dalam prosesi HJKS ke-156.

Dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengakui tugu tersebut belum mendapatkan penganggaran khusus untuk pemeliharaan sejak dibangun.

“Memang tugu tersebut merupakan bangunan yang belum mendapat penganggaran khusus semenjak dibangun,” ujar Sendi.

Menurut Sendi, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bagian tugu mengalami kerusakan.

Beberapa huruf timbul terlepas atau rusak, sedangkan tanaman di sekitar tugu mengalami kerusakan akibat paparan panas.

Meski demikian, aku Sendi pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan secara mandiri terhadap bagian-bagian tugu yang mengalami kerusakan.

“Kami telah upayakan perbaikan secara mandiri, kemungkinan copot lagi,” katanya.

Sendi menjelaskan, tanaman hias yang terlihat kurang segar merupakan tanaman tambahan yang baru ditanam beberapa hari menjelang kegiatan.

Menurutnya, kondisi tanaman tersebut kemungkinan dipengaruhi faktor cuaca maupun stres tanaman setelah melalui proses pemindahan.

“Tanaman yang terlihat kurang segar itu tanaman hias tambahan yang ditanam beberapa hari menjelang acara. Kondisi tersebut kemungkinan terjadi akibat cuaca atau stres setelah pemindahan,” jelasnya.

Dijelaskan Sendi, Perkim Kabupaten Sukabumi memastikan kerusakan pada tugu tersebut akan segera ditangani.

Perbaikan huruf timbul serta perawatan tanaman akan dilakukan secara intensif agar tugu kembali terlihat indah dan representatif.

“Kami akan segera menangani perbaikan huruf dan perawatan intensif pada tanaman, agar tugu kebanggaan kita ini kembali tampil indah,” tegas Sendi.

Sendi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik agar tetap terawat dan tidak mudah mengalami kerusakan.

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keindahan fasilitas publik,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *