BERITAUSUKABUMI.COM-Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri mahasiswa Universitas Nusa Putra jurusan Hukum resmi ditutup di Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (10/9/2026).
Penutupan KKN Mandiri tersebut tidak sekadar menjadi seremoni berakhirnya masa pengabdian mahasiswa.
Para peserta KKN Mandiri juga meninggalkan sejumlah program yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, salah satunya melalui launching Posyandu Ramah Anak.
Dimana, seluruh pembiayaan Posyandu Ramah Anak tersebut, sepenuhnya dibiaya patungan kantong pribadi peserta KKN Mandiri yang terdiri dari sejumlah program studi hukum, teknik informatika dan desain komunikasi visual (DKV)
Dan, diklaim Posyandu Ramah Anak hasil peserta KKN Mandiri Universitas Nusa Putra ini jadi pelopor pertama di Kabupaten Sukabumi.
Launching Posyandu Ramah Anak dengan tema “Tranformasi Pelayanan Posyandu Ramah Anak Melalui Revitalisasi Infrastruktur Tematik” berlangsung di Aula Desa Cibolangkaler dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pelayanan serta pemenuhan kebutuhan dasar anak di lingkungan desa.

Konsep Posyandu Ramah Anak diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan bagi balita dan anak, tetapi juga menjadi ruang yang nyaman, aman, edukatif dan mendukung tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cibolangkaler, Asep Fadillah, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa Universitas Nusa Putra selama menjalankan KKN di wilayahnya.
Asep Fadillah mengatakan keberadaan Posyandu Ramah Anak juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, keluarga, masyarakat hingga lembaga pendidikan.
Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan KKN Mandiri Universitas Nusa Putra di Desa Cibolangkaler.
Langkah tersebut menjadi sesuatu yang cukup berbeda karena mahasiswa tidak hanya menjalankan kegiatan yang bersifat edukasi, tetapi juga berupaya meninggalkan fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Asep berharap berbagai kegiatan yang telah dimulai mahasiswa tidak berhenti setelah program KKN berakhir.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi hal penting agar manfaat yang diberikan mahasiswa benar-benar dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kami berharap kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan selama KKN bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Asep.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat dan perguruan tinggi menjadi modal penting untuk mendorong berbagai program pemberdayaan di tingkat desa.
Sementara itu, Ketua KKN Mandiri Universitas Nusa Putra, Okky Rayza Saputra, mengatakan berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk pengabdian yang berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, kontribusi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal sederhana yang dilakukan secara nyata dapat menjadi awal bagi perubahan yang lebih besar.
“Tindakan kecil untuk sesuatu yang besar,” kata Okky.
Semangat tersebut menjadi pijakan mahasiswa dalam menjalankan program KKN di Desa Cibolangkaler.
Meski waktu pengabdian terbatas, mahasiswa berusaha meninggalkan program yang dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa serta masyarakat.
Peluncuran Posyandu Ramah Anak pun diharapkan menjadi salah satu warisan positif KKN Mandiri Universitas Nusa Putra.

“Ke depan, keberadaan Posyandu tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan anak, tetapi juga ruang bersama untuk mendukung tumbuh kembang, perlindungan dan pemenuhan hak anak di Desa Cibolangkaler,”ungkap Okky.
Ditambahkan Okky, dengan berakhirnya KKN Mandiri ini, pengabdian mahasiswa memang secara formal telah selesai.
“Namun, manfaat dari program yang ditinggalkan diharapkan terus berjalan dan menjadi bagian dari pembangunan masyarakat Desa Cibolangkaler,”pungkasnya.





