Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi Hanguskan Puluhan Rumah, Kerugian Capai Rp2,5 Miliar

Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya, Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 70 KK atau lebih dari 420 jiwa terdampak, dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.
Bupati Asep japar saat meninjau sisa kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya, Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 70 KK atau lebih dari 420 jiwa terdampak, dengan kerugian sementara ditaksir mencapai Rp2,5 miliar.

BERITAUSUKABUMI.COM – Kebakaran hebat melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) siang.

Musibah yang diduga dipicu korsleting listrik itu menghanguskan puluhan rumah adat dan lumbung padi (leuit), dengan total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar turun langsung meninjau lokasi kebakaran dan memastikan pemerintah daerah bergerak cepat menangani para korban.

Bacaan Lainnya

Pemkab Sukabumi akan menggelar rapat koordinasi lintas instansi untuk menetapkan status serta langkah penanganan darurat.

“Besok pagi kami akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait. Insya Allah akan dilakukan penanganan tanggap darurat,” ujar Asep Japar di lokasi kejadian.

Berdasarkan data sementara, kebakaran berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 420 jiwa. Sebagian besar warga kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di rumah kerabat maupun tetangga.

Api dengan cepat melahap permukiman karena hampir seluruh bangunan di Kampung Adat Ciptamulya merupakan rumah tradisional berbahan bambu dengan atap ijuk yang mudah terbakar.

Kondisi bangunan yang berdempetan serta embusan angin kencang mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan puluhan rumah dan sejumlah leuit yang berisi cadangan padi milik warga.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menyalurkan bantuan logistik.

Selain itu, dapur umum juga segera dioperasikan agar kebutuhan konsumsi warga terdampak tetap terpenuhi.

“Untuk malam ini makanan sudah dipersiapkan. Besok dapur umum akan segera dioperasikan,” kata Asep Japar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para korban kebakaran.

Sementara itu, Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Api pertama kali diketahui muncul di area MCK umum yang berada di tepi permukiman sebelum menjalar dengan sangat cepat ke rumah-rumah warga.

“Hasil sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik di area MCK umum. Karena mayoritas rumah beratap ijuk dan saling berdempetan, api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya,” jelas Kuswan.

Meski menyebabkan kerusakan yang sangat besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Saat ini petugas masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan yang terbakar serta nilai kerugian secara keseluruhan.

BPBD bersama Dinas Sosial juga tengah menyiapkan tenda pengungsian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, para penyintas masih mengungsi di rumah keluarga dan tetangga sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.

Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran terbesar yang menimpa kawasan adat di Kabupaten Sukabumi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain menghanguskan rumah-rumah warga, kebakaran juga memusnahkan cadangan pangan masyarakat yang tersimpan di leuit, sehingga proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *