BERITAUSUKABUMI.COM- Andiansyah (24 tahun ) seorang karyawan Alfamart ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi tergantung di dalam sebuah minimarket Alfamart, di Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi pada Jumat (8/5/2026) pagi.
Warga Kampung Cihaur RT 07/05, Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi ini selain bekerja sebagai karyawan minimarket, ia juga tercatat masih sebagai seorang pelajar.
Peristiwa tragis tini terjadi di Alfamart yang berlokasi di Kampung Panyaguan RT 001/001, Desa Kalibunder. Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh rekan kerjanya, Ismail Mardiansyah (22 tahun).
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu rol tali rapia, telepon genggam milik korban, jaket hitam, celana panjang warna biru, serta surat penolakan autopsi dari pihak keluarga.
Menurut informasi yang dihimpun, sehari sebelumnya korban datang bekerja seperti biasa sekitar pukul 13.00 WIB. Dan pada malam hari, korban masih sempat berbincang dengan saksi sekitar pukul 22.30 WIB sebelum akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa keesokan paginya.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tergantung menggunakan tali rapia plastik warna cokelat yang diikat pada bagian atas rolling door di dalam toko.
“Awalnya saya mencari korban di area dalam toko. Namun ketika diperiksa, korban sudah dalam kondisi tergantung di bagian rolling door,” ujar Ismail Mardiansyah.
Petugas kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Kalibunder kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi, serta pemeriksaan luar terhadap jasad korban.
Kapolsek Kalibunder, Dodi Irawan, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan evakuasi bersama tim medis. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka lecet di bagian leher serta lebam mayat pada area kepala, wajah, dan punggung. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kekurangan oksigen.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban diduga mengalami tekanan ekonomi. Informasi yang diperoleh menyebutkan korban tengah mempersiapkan pernikahan, namun merasa terbebani dengan biaya yang harus dipenuhi.
“Dari keterangan saksi-saksi, korban diduga mengalami tekanan ekonomi terkait persiapan pernikahan. Namun pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi,” tambah Kapolsek.
Setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi.





