Kontraktor Bantah Proyek Irigasi Cimuncang Kebonpedes Sukabumi Asal Jadi, Progres Pekerjaan Baru 20 Persen

Pelaksana proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Cimuncang di Desa Kebonpedes, Sukabumi, membantah tudingan pekerjaan asal jadi. Kontraktor menegaskan progres pembangunan baru mencapai 20 persen.
Pihak kontraktor pembangunan royek rehabilitasi Daerah Irigasi Cimuncang di Desa Kebonpedes hanya baru berjalan 20 persen. (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pihak pelaksana proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cimuncang di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, membantah tudingan pekerjaan yang didanai APBD Kabupaten Sukabumi tersebut dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi.

Perwakilan pelaksana dari CV Abinesia, Nuralamsyah, menegaskan kondisi proyek yang dinilai belum rapi merupakan hal yang wajar karena progres pekerjaan masih berada pada tahap awal.

“Pekerjaan ini baru berjalan sekitar 20 persen. Jadi wajar apabila di lapangan masih terlihat belum rapi karena prosesnya masih jauh dari penyelesaian,“kata Nuralamsyah dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Minggu (5/7/2026).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Nuralamsyah, pekerjaan dilaksanakan oleh pihaknya yakni CV Abinesia dengan nomor kontrak 000.3.2/03/SPK/RJIP-14/SDA/2026 tertanggal 18 Juni 2026 dan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Proyek rehabilitasi DI Cimuncang jelas Nuralamsyah merupakan pekerjaan yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi dengan  nilai kontrak sebesar Rp295.705.278,90 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.

“Pekerjaannya belum beres, jadi apa alasan tudingan pekerjaan ini disebut asal jadi?, kan masih dalam proses pengerjaan. Kami dari pihak kontraktor pasti bertanggungjawab dan menjalankan pekerjaan sesuai ketentuan,”tegasnya.

proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Cimuncang di Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi yang masih berjalan (ist)

Dikonfirmasi terpisah warga setempat Ruslan, yang akrab disapa warga sekitar disapa Oyot ini mengatakan rehabilitasi saluran irigasi sudah lama dinantikan karena selama ini pasokan air ke lahan pertanian sering mengalami kendala.

“Perbaikan irigasi ini sangat bermanfaat bagi petani. Sudah lama saluran pengairan kurang baik sehingga mengganggu sawah kami,” ujar Ruslan yang kesehariannya berprofesi sebagai petani ini.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Engkus. Ia mengaku bersyukur adanya perbaikan irigasi karena saluran lama kerap memicu banjir saat musim hujan.

Menurutnya, rehabilitasi Daerah Irigasi Cimuncang diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi air ke area persawahan, tetapi juga mengurangi risiko banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *