BERITAUSUKABUMI.COM-Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Nasional resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XII pada 24–26 November 2025 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Bojongsari, Kota Depok.
Dalam forum nasional tersebut, Ki Dr. Saur Panjaitan sebagai Ketua Umum BMPS Nasional serta putra asal Sukabumi yang juga praktisi pendidikan Sukabumi, Asep Deni didaulat sebagai Sekretaris BMPS Nasional untuk periode 2025-2030.
Dalam keterangannya, Asep Deni menegaskan bahwa keberadaan sekolah swasta memiliki peran yang sangat panjang dan fundamental dalam sejarah pendidikan Indonesia.
“Sekolah swasta sudah hadir bahkan sebelum kemerdekaan. Mereka berperan penting mencerdaskan bangsa ketika negara belum memiliki sistem pendidikan yang kuat,” ujar Asep Deni dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (26/11/2025).
Asep menjelaskan, perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi lembaga pendidikan swasta. Banyak sekolah negeri yang berdiri saat ini berawal dari inisiatif swasta.
“Banyak sekolah negeri itu tumbuh dari embrio sekolah swasta. Artinya swasta adalah fondasi,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kualitas lembaga pendidikan tidak ditentukan oleh status negeri atau swasta, melainkan oleh pengelolaan dan mutu pembelajaran.
“Kualitas sekolah itu bukan ditentukan statusnya. Swasta bukan pilihan kedua, tetapi pilihan pertama bagi banyak orang, termasuk di Sukabumi. Contohnya di Cisaat, beberapa sekolah swasta justru menjadi rujukan utama masyarakat,” tutur Asep.
Sebagai sekretaris terpilih, Asep menilai BMPS harus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan swasta. Apalagi, jumlah sekolah swasta secara nasional jauh lebih banyak dibandingkan sekolah negeri.
“Jumlah sekolah swasta lebih besar. Karena itu diperlukan kolaborasi semua pihak agar proses pendidikan berjalan optimal,” kata Asep.
Ia juga mendorong adanya afirmasi dan keberpihakan anggaran dari pemerintah, mengingat sekolah swasta turut memikul beban besar dalam penyediaan layanan pendidikan bagi masyarakat.
“Pemerintah perlu memberikan afirmasi anggaran bagi sekolah swasta. Mereka melayani jutaan peserta didik dan menjadi bagian dari tanggung jawab negara,” ucapnya.
Munas XII BMPS menjadi momentum untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas sekolah swasta di seluruh Indonesia, termasuk penguatan regulasi, dukungan pendanaan, hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Sebagai sekretaris baru, Asep Deni berkomitmen membawa aspirasi sekolah swasta ke tingkat nasional.
“Kami akan bekerja memastikan sekolah swasta mendapatkan ruang yang setara dan dihargai dalam ekosistem pendidikan nasional,” pungkasnya.





