BERITAUSUKABUMI.COM-Anggota DPR RI Heri Gunawan menegaskan kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sah disampaikan dalam negara demokrasi.
Namun, Hergun begitu sapaan akrabnya, mengingatkan agar perbedaan pendapat tetap disampaikan secara beretika dan tidak berubah menjadi serangan pribadi, termasuk terhadap kepala negara.
Menurutnya, suara petani, pelaku UMKM, pekerja, ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak-anak penerima manfaat juga merupakan bagian dari suara rakyat yang harus didengar.
Meski demikian, politikus Partai Gerindra tersebut menegaskan Program Makan Bergizi Gratis masih perlu terus disempurnakan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menilai evaluasi dan penyesuaian secara menyeluruh penting dilakukan agar tujuan program dalam meningkatkan kualitas gizi sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dapat tercapai secara optimal.
“Pada akhirnya, kepentingan rakyat harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat luas, bukan hanya dari sudut pandang kelompok tertentu. Suara petani, UMKM, pekerja, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak Indonesia juga merupakan suara rakyat yang patut didengar dan diperjuangkan,” tegas Heri Gunawan disalin BERITAUSUKABUMI.COM, dalam keterangannya di media sosial, Rabu (24/6/2026).
Hergun mengatakan, setiap aspirasi masyarakat memiliki tempat dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengajak semua pihak untuk melihat secara utuh siapa yang dimaksud dengan “rakyat” dalam perdebatan mengenai kebijakan pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima langsung, tetapi juga oleh para petani yang hasil panennya memiliki pasar yang lebih pasti, serta pedagang dan pelaku UMKM yang mengalami peningkatan perputaran ekonomi di daerah.
Selain berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan gizi, program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai telah menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat melalui terbukanya lapangan kerja baru dan meningkatnya aktivitas usaha kecil.
Karena itu, Heri mengingatkan agar perdebatan mengenai MBG tidak hanya didasarkan pada sudut pandang kelompok tertentu.
Menurutnya, masih banyak masyarakat kecil yang menggantungkan harapan, penghasilan, dan masa depan mereka pada keberlangsungan program tersebut.
Hergun pun mengajak seluruh pihak untuk menyampaikan kritik secara konstruktif demi penyempurnaan program, tanpa mengabaikan manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat luas.





