HEADLINE, Sukabumi

Pelajar SMP di Nagrak Sukabumi yang Hilang Belum Ditemukan

Jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Sukabumi, gerak cepat lakukan penyelidikan terkait dengan hilangnya seorang pelajar putri SMP di Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang di duga menjadi korban tindak pidana penjualan orang (TPPO).

Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede mengatakan, dalam kasus ini, dirinya telah memerintahkan jajaran dari Sat Reskrim Polres Sukabumi melalui unit PPA untuk melakukan penyelidikan.”Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan,”kata Maruly Pardede kepada wartawan, Selasa (21/11/2023).

HEADLINE, Jabar, Pemerintahan

Upah Minumum Provinsi Jabar 2024 Cuma Naik Rp 70.825

Pemprov Jabar Resmi Umumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2024. Keputusan UMP 2024 itu tertuang melalui Keputusan Gubenur (Kepgub) Nomor 561/Kep.768-Kesra/2023.

Adapun besaran UMP 2024 yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi yakni sebesar Rp2.057.495,00
UMP ini secara resmi diumumkan pada hari ini 21 November 2023 oleh Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin didampingi Kadisnakertrans Jabar, Teppy Wawan Dharmawan.

Sebelumnya, untuk tahun 2023, pemerintah provinsi Jawa Barat sebelumnya menetapkan UMP sebesar Rp1.986.670. Dengan begitu, kenaikan UMP 2024 Jabar naik 3,57 Persen atau kenaikannya Rp70.825.

HEADLINE, Politik

Jumlah Total Calon Legislatif dan Cara Mengetahui DCT di Pemilu 2024

Indonesia akan kembali memasuki babak baru dalam perjalanan demokrasinya dengan perhelatan ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, termasuk pemilihan calon anggota legislatif (caleg).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan calon anggota legislatif (caleg) dalam daftar calon tetap (DCT) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebanyak 9.917 dan 668 nama dalam DCT Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Sementara itu, untuk DPRD tingkat Provinsi akan memperebutkan sebanyak 2.372 kursi dari 301 daerah pemilihan (dapil) dan DPRD tingkat Kabupaten/Kota sebanyak 17.510 kursi dari 2.325 dapil.

HEADLINE, Politik

Panwascam dan PKD Tidak Bisa Jaga Integritas dan Netralitas Siap-Siap Diberhentikan

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Faisal Rifai terus mengingatkan agar Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwaslucam), Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) terus menjaga integritas dan netralitas dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

Hal itu ditegaskan Faisal saat Apel Siaga Pengawasan Pemilu atau Pemilihan Umum tahun 2024, di Hotel Selabintana Sukabumi, Minggu (19/11/2023).

Faisal menegaskan apabila ada Panwascam dan anggota PKD yang melanggar maka Bawaslu Kabupaten Sukabumi tidak segan-segan akan memberikan sanksi tegas berupa pemberhentian, karena itu merupakan instruksi dari Pimpinan Bawaslu RI.

“Tidak ada toleransi bagi penyelenggara pemilu terutama jajaran Bawaslu sampai dengan Adhoc, ketika sudah tidak berintegritas. Dan saya tekankan kembali bahwa jajaran Bawaslu Kabupaten, Panwaslucam, dan PKD dipastikan untuk tidak melakukan hal-hal diluar aturan, dan untuk tetap menjaga Integritas, Netralitas dan tidak bermain Money Politic,”tegas Faisal dalam arahannya.

HEADLINE, Sukabumi

Cerita Saksi Pelajar SMP asal Nagrak Sukabumi yang Diduga jadi Korban Perdagangan Orang

Seorang Pelajar SMP berinisial MC (15) asal Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga jadi korban tindak pidana penjualan orang oleh temannya sendiri.

Dari keterangan keluarga, MC meninggalkan rumah pada hari Sabtu (04/11/2023) sekitar pukul 15:00 WIB. Saat meninggalkan rumah bersama temannya, MC memakai baju warna putih dan celana jeans warna biru tua.

Saat meninggalkan rumah MC sempat terlihat oleh tetangganya dibawa oleh orang tak dikenal dengan mengunakan motor sport Ninja warna hijau. Tetangga MC sempat menegur MC dan temanya yang membawanya tersebut.

“Hey…mau dibawa kemana anak orang, nanti susah orang tua nya nyari,” ungkap Dedeh tetangga MC kepada sejumlah wartawan.

Namun, menurut Dedeh tegurannya tidak ditanggapi. Mereka terus pergi dengan kendaraannya menembus cuaca yang saat itu sedang turun hujan.

HEADLINE, Sukabumi

Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Cireunghas Sukabumi Ditangkap

Pelaku tewasnya pria paruh baya berinisial S (55 tahun) yang ditemukan tewas dalam keadaan tangan, kaki dan muka terikat lakban didalam sebuah minibus yang terpakir di salah satu minimarket di Cireunghas Kabupaten Sukabumi beberapa waktu lalu akhirnya terkuak.

Hal ini setelah Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Sukabumi Kota meringkus Dua terduga pelaku JF (30 tahun) dan DP (23 tahun) di wilayah Tanggerang, Jum’at (17/11/2023).

HEADLINE, Sukabumi

Cemburu Penyebab Ayah Siksa Anak Kandungnya Sendiri di Surade Sukabumi

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengungkap motif W tersangka ayah kandung yang menyiksa anak kandungnya sendiri di Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi.

Dalam konferensi pers Kamis (16/11/2023) lalu, AKBP Maruly Pardede menyebut motif W menyiksa anak kandungnya sendiri lantaran diduga cemburu dengan istrinya yang sedang bekerja jadi TKW di Arab Saudi.

“Diduga tersangka kesal setelah mengetahui adanya dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya yang sedang kerja di Arab Saudi,”Maruly Pardede.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.