Viral Video Erotis SantaSea Sukabumi, Pancha Mada : Kita Bukan Hakim, Jangan Bully

Polemik video private pool SantaSea Sukabumi mendapat sorotan Pegiat Sukabumi Muda Pancha Mada. Ia meminta pihak yang terlibat dibina, bukan dibully.
Polemik video private pool SantaSea Sukabumi mendapat sorotan Pegiat Sukabumi Muda Pancha Mada. Ia meminta pihak yang terlibat dibina, bukan dibully. (tangkapanlayar)

BERITAUSUKABUMI.COM – Polemik video aktivitas sejumlah anak muda yang menari di kolam renang diiring tarian erotis di SantaSea Waterpark Sukabumi yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat tanggapan dari Pegiat Sukabumi Muda, Pancha Mada Priambodo Surbakti.

Pancha menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, masyarakat perlu membedakan antara persoalan perizinan kegiatan dengan ranah pribadi orang-orang yang menyewa fasilitas.

“Kesalahanmu itu tidak berizin, Dek. Pengalaman belajar, untuk izin dulu ya, Dek,” ujar Pancha Mada Priambodo Surbakti dalam tanggapannya.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, SantaSea beroperasi hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Sementara aktivitas yang menjadi sorotan disebut merupakan penggunaan fasilitas private pool yang disewa secara pribadi atau kelompok.

Menurut Pancha, penyewaan fasilitas secara privat berbeda dengan kegiatan yang diselenggarakan untuk konsumsi publik.

Pancha mengibaratkan penggunaan private pool dengan penyewaan kamar hotel untuk kepentingan pribadi.

“Yang saya tahu, SantaSea itu buka sampai jam 17.00 WIB. Jadi yang kalian lakukan itu sewa private pool, sah-sah saja. Tidak jauh berbeda dengan orang sewa kamar hotel, sewa untuk kepentingan pribadi atau kelompok, bukan untuk disebarluaskan secara publik,” kata Pancha dikonfirmasi ulang BERITAUSUKABUMI.COM, Kamis (24/9/2026).

Namun, Pancha menilai aktivitas tersebut tetap perlu dilihat dari sisi etika dan moral, terlebih ketika dokumentasinya kemudian tersebar luas melalui media sosial dan menjadi konsumsi publik.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan dalam kegiatan tersebut, langkah yang lebih bijak adalah memberikan pembinaan kepada pihak yang terlibat, bukan menjadikannya sebagai sasaran perundungan ataupun kepentingan politik.

“Pelanggarannya adalah moral, bukan hukum. Langkah bijaknya adik-adik kita ini dibina, bukan dijadikan objek berita politik atau bully-an,” tegasnya.

Pancha juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru memberikan penghakiman hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.

Menurutnya, penyebaran konten secara masif dapat menimbulkan dampak sosial yang lebih besar bagi orang-orang yang terlibat.

Karena itu, ia mengajak semua pihak mengedepankan pendekatan yang mendidik dan manusiawi.

“Kita bukan hakim, kita bukan malaikat, tapi kita manusia yang punya nurani untuk menyelamatkan orang dengan cara yang baik, penuh kasih sayang,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *