BERITAUSUKABUMI.COM-Pegiat media sosial yang juga pemerhati Kebijakan Walikota Sukabumi, Pancha Mada P Surbakti, membela Walikota Sukabumi Ayep Zaki terkait kritikĀ masyarakat terhadap sejumlah janji kampanye Ayep Zaki dan Wakilnya Bobby Maulana yang dinilai telah berbohong
Menurut Pancha Mada, janji kampanye kepala daerah bukan semata tanggung jawab pribadi calon kepala daerah, melainkan juga menjadi tanggung jawab partai pengusung yang sejak awal mendukung pencalonan.
Sekedar diketahui, partai pengusung Ayep Zaki dan Bobby Maulana saat Pilkada Kota Sukabumi 2024 lalu antara lain Partai NasDem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), serta Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Sukabumi.
āJanji calon wali kota adalah janji partai pengusung,ā ujar Pancha Mada yang pernah menjadi bagian pihak yang menyukseskan kemenanangan Ayep Zaki-Bobby Maulana dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Minggu (24/5/2026).
Pancha Mada berargumen, masyarakat Kota Sukabumi perlu memahami jika seorang kepala daerah tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program pemerintahan.
Seluruh kebijakan harus melalui mekanisme aturan, pembahasan anggaran, hingga persetujuan bersama DPRD.
Karena itu, kata dia, partai politik seharusnya tidak hanya menjadi kendaraan saat pemilu, tetapi juga ikut bertanggung jawab secara moral dan politik dalam mengawal janji kampanye hingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
āSetelah terpilih, kepala daerah membutuhkan dukungan partai di DPRD untuk pembahasan anggaran, persetujuan program, pembentukan regulasi hingga pengawasan kebijakan,ā jelasnya.
Pancha Mada juga menegaskan, banyak program kampanye yang dalam pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Mulai dari kemampuan anggaran daerah, dasar hukum, prioritas pemerintah pusat maupun provinsi, hingga dukungan politik yang tersedia.
Menurutnya, tidak sedikit janji kampanye yang akhirnya sulit direalisasikan karena terbentur aturan dan kondisi keuangan daerah.
Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat dinamika politik secara lebih bijak dan tidak langsung menyalahkan individu tertentu ketika ada program yang belum berjalan sesuai harapan.
āBijaksanalah melihat politik. Menyebarkan kebencian kepada perorangan tidaklah tepat,ā tandasnya.
Pancha Mada berharap masyarakat dapat memahami bahwa realisasi program pemerintahan membutuhkan proses panjang, dukungan politik, serta penyesuaian dengan regulasi dan kemampuan anggaran daerah.





