BERITAUSUKABUMI.COM- Ratusan ketua RT dan RW mendatangi Gedung DPRD Kota Sukabumi untuk mendesak pemerintah tetap melanjutkan Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW) yang dinilai paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Selain itu, mereka juga menyoroti dana kelurahan, insentif RT/RW, hingga usulan Dana Abadi Rp10 juta per RT.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memastikan usulan Dana Abadi Rp10 juta per RT tidak memungkinkan direalisasikan karena berpotensi menimbulkan persoalan administrasi keuangan dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sementara itu, kelanjutan program P2RW sendiri hingga kini masih belum pasti. Pemerintah Kota Sukabumi mengaku masih menunggu kepastian transfer anggaran dari pemerintah pusat sebelum memastikan pelaksanaan program tersebut.
“P2RW ini program lanjutan, tetapi sekarang masih menunggu TKD dari pusat,” ujar Ayep dalam konferensi pers pada Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Pemkot Sukabumi mengajukan bantuan anggaran sebesar Rp154 miliar ditambah dana kurang salur sekitar Rp54 miliar. Total anggaran yang masih menunggu kepastian mencapai lebih dari Rp200 miliar.
“Kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Saya juga akan datang langsung ke Kementerian Keuangan untuk memastikan progresnya,” katanya.





