beritausukabumi.com-Ketua Serikat Petani Indonesia […]
BERITAUSUKABUMI.COM-Perbedaan sikap antara dua […]
NEWS
Tag: Rozak Daud
SPI Kecewa Persoalan Reforma Agraria Tidak Masuk Judul Utama Visi Misi Cabup-Cawabup Sukabumi
beritausukabumi.com-Ketua Serikat Petani Sukabumi […]
SPI Sukabumi Nilai Surat Peringatan dari PT Bantar Gadung ke Petani Penggarap Tidak Relevan
Ketua DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabum, Rozak Daud merespon Surat Peringatan dari PT Bantar Gadung dalam bentuk spanduk di lahan eks HGU yang ditujukan kepada petani penggarap.
Menurut Rozak surat peringatan dari PT Bantar Gadung itu tidak berdasar. Pertama, tanggal pengumumannya 28 Oktober 2022, sedang pemasangannya baru di hari Minggu 23 Juni 2024. Kedua, isi pengumuman juga tidak relevan, sebab objek tanah yang terletak di Desa Mangunjaya, Desa Bantargadung Kecamatan Bantargadung itu sudah menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.
Soal Penebangan Pohon Fraksi Rakyat Nilai Penjelasan DPUTR Kota Sukabumi Tak Sesuai Fakta
Fraksi Rakyat menilai penjelasan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, terkait penebangan pohon untuk kepentingan penataan pedestrian tidak logis dan tidak sesuai fakta di lapangan.
Di mana, dalam jejaring resmi akun media sosialnya DPUTR Kota Sukabumi telah menjelaskan terkait penebangan pohon untuk penataan pedestrian di sejumlah titik di Kota Sukabumi yang diprotes aktivis peduli lingkungan hidup dan elemen masyarakat lainnya.
Fraksi Rakyat Nilai Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Lebih Pro Investor
Fraksi Rakyat menilai Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi lebih memihak ke investor dibanding kepada masyarakat petani penggarap di eks lahan HGU PT Nagawarna Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi yang sudah habis masa Hak Guna Usaha (HGU)-nya sejak Tahun 2011 lalu.
Oknum Karyawan PTPN VIII Rusak Ratusan Pohon Pisang di Kadudampit Sukabumi
Oknum karyawan PTPN VIII rusak pohon pisang milik petani kadudampit sukabumi
Cerita Munculnya Video Kontroversi Sekum MUI Kabupaten Sukabumi
Video Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, H.Ujang Hamdun bersama tiga orang lainnya yang mengundang kontroversi sampai saat ini masih jadi pertanyaan sejumlah masyarakat dan kalangan tertentu.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.






