Kisah Eroh Warga Kurang Mampu Tapi Masuk Desil 8, Warga Cibolangkaler Patungan Lunasi Tunggakan BPJS

Janda warga Cibolangkaler, Sukabumi, Eroh Rohbiah tak bisa berjalan karena sakit. Warga patungan melunasi tunggakan BPJS dan bantu pengobatan.
Eroh Rohbiah (47), warga Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi saat berada di ruang IGD RS Samsudin SH Kota Sukabumi (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM – Kisah pilu dialami Eroh Rohbiah (47), warga Desa Cibolangkaler, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Eroh dulunya dikatagorikan memiliki ekonomi cukup mapan, tetapi sebagai janda tunggal dengan kondisi ekonomi yang kini tergolong kurang mampu, Eroh  harus terbaring karena mengalami sakit yang diduga berkaitan dengan saraf terjepit hingga membuatnya tidak mampu berjalan.

Di tengah kondisi tersebut, persoalan kepesertaan jaminan kesehatan sempat menjadi kendala. Eroh sebelumnya tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri, namun kepesertaannya terkendala tunggakan iuran sebesar Rp70.600.

Bacaan Lainnya

Dengan keterbatasan yang ada, pihak keluarga Eroh sebenarnya sudah berupaya namun ada kondisi dan situasi keterbatasan lainnya. Untungnya, kondisi itu kemudian menggerakkan kepedulian warga sekitar.

Secara rereongan, masyarakat mengumpulkan uang untuk melunasi tunggakan BPJS Eroh agar dirinya dapat kembali memperoleh akses pelayanan kesehatan.

Dari patungan warga tersebut, terkumpul uang sebesar Rp 1 juta lebih yang nantinya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan Eroh selama masa perawatan medis di rumah sakit.

Eroh kini sudah dua hari telah mendapatkan perawatan medis di RSUD R. Syamsudin, S.H., Kota Sukabumi.

Namun, persoalan Eroh belum sepenuhnya selesai. Saat dilakukan pendataan atau survei oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS), Eroh tercatat masuk dalam kategori desil 8 beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, Desil 8 merupakan kelompok warga dengan katagori 10 persen dengan tingkat kesejahteraan relatif lebih tinggi dibanding desil 1–7

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga sejutar karena keadaan Eroh dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang semestinya.

Terlebih, saat ini Eroh tidak dapat berjalan dan membutuhkan perawatan serta dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sejumlah pihak juga tengah berupaya membantu meringankan beban Eroh selama menjalani perawatan. Salah satunya berupaya berkoordinasi untuk mendapat bantuan dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi.

Bantuan itu nantinya diupayakan untuk menambah kebutuhan Eroh dan keluarganya selama masa pengobatan di rumah sakit.

Tokoh warga setempat, Fauzi Tushullah, berharap status desil Eroh dapat segera ditinjau dan diperbaiki apabila memang terdapat ketidaksesuaian dengan kondisi sosial ekonominya.

Menurutnya, perubahan data tersebut penting agar Eroh dapat memperoleh akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya status desil Eroh segera dirubah sesuai dengan kondisi sebenarnya, sehingga yang bersangkutan bisa mendapatkan haknya sebagai warga negara yang butuh bantuan dari program pemerintah,” singkat Fauzi kepada BERITAUSUKABUMI, Rabu (16/9/2026).

Pria yang akrab dipanggil oleh warga sekitar dengan panggilan Bang Ozi mendesak agar pihak terkait terutama pihak BPS Kabupaten Sukabumi, segera turun langsung ke lapangan agar status Desil 8 yang masih melekat di Eroh bisa dirubah atau diturunkan.

Bang Ozi juga berharap status BPJS Kesehatan Mandiri Eroh bisa diganti jadi BPJS Kesehatan yang ditanggulangi oleh pemerintah atau BPJS Penerima Bantuan Iuran.

“Kalau warga di sini Insha Alloh secara gotong royong akan selalu siap kompak membantu sesama warga yang membutuh bantuan, tapi kami juga minta tolong kepada pemerintah agar juga memperhatikan warga yang butuh bantuan, dalam hal ini pihak BPS agar secepatnya merubah status desil 8 Eroh,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *