BERITAUSUKABUMI.COM -Seorang siswi kelas XI di salah satu SMK di Kabupaten Sukabumi diduga telah jadi korban pelecehan seksual oleh oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi.
Dugaan pelecehan seksual ini terjadi saat pelajar tersebut tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Dishub Kabupaten Sukabumi.
Dugaan pelecehan ini pun oleh pihak sekolah telah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk memastikan dugaan pelecehan tersebut diusut secara hukum.
Dugaan pelecehan mencuat setelah korban menyampaikan pengalaman yang dialaminya selama mengikuti PKL kepada pihak sekolah.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada panitia praktik kerja industri (prakerin) sebelum ditindaklanjuti oleh pihak sekolah.
Pihak sekolah menyebut dugaan tindakan yang dialami korban tidak hanya berkaitan dengan ucapan, tetapi juga perlakuan secara fisik.
“Ada informasi dugaan pelecehan, baik secara verbal maupun nonverbal, kepada salah satu siswi yang sedang PKL di Dinas Perhubungan,” ungkap N, kepala sekolah tempat si korban yang meminta namanya diinisialkan dalam keterangan resminya kepada awak media, Senin (14/9/2029).
Sekolah kemudian melakukan klarifikasi terhadap pejabat yang disebut dalam laporan tersebut.
Namun, yang bersangkutan membantah tudingan dan menyatakan tidak melakukan tindakan sebagaimana yang disampaikan korban.
“Setelah konfirmasi dan klarifikasi, yang bersangkutan tidak mengakui dan tidak merasa melakukan hal apa pun. Pihak sekolah juga mengklarifikasi kepada Kepala Dinas,” ujar N.
Dalam komunikasi dengan sekolah, Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi disebut membenarkan adanya peristiwa yang melibatkan bawahannya dengan siswa PKL. Pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tersebut.
Meski demikian, sekolah memilih menempuh jalur hukum agar persoalan tersebut tidak berhenti pada klarifikasi internal.
Laporan kepada kepolisian dilakukan untuk mengungkap secara terang apa yang sebenarnya terjadi.
“Sekolah resmi melaporkan dugaan ini ke pihak kepolisian untuk mencari titik terangnya,”terang N.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latif, membenarkan adanya insiden yang melibatkan bawahannya dengan siswa yang sedang menjalani PKL.
Menurut Mubtadi, tindakan tersebut berawal dari gurauan. Namun, ia mengakui bahwa perilaku tersebut telah melewati batas kewajaran dan tidak seharusnya terjadi di lingkungan kerja, terlebih melibatkan pelajar yang sedang menjalani PKL.
“Intinya mah heureuy (bercanda) keterlaluan. Cuma dia lagi duduk, didudukin gitu. Bagi saya mah tetap terjadi, cuma jangan dibayangkan terjadi apa-apa panjang lebar. Bercanda biasa, cuma keterlaluan memang dan tidak bisa ditolerir,” ujar Mubtadi.
Mubtadi mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Sebagai langkah internal, pihak Dishub juga telah mengumpulkan para siswa yang sedang menjalani PKL untuk memberikan perhatian terhadap kondisi mereka.
“Kemarin anak-anak sudah dikumpulkan, kasihan anak-anaknya,” katanya.
Di tempat lain, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan fakta dalam perkara tersebut.
“Kami sudah dapat informasi itu dan saat ini masih dalam pendalaman,” kata Dudi.





