Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring

BERITAUSUKABUMI.COM-Pemerintah memastikan bahwa wacana penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring bagi siswa mulai April 2026 resmi dibatalkan.

Kebijakan ini sebelumnya sempat mencuat sebagai bagian dari upaya efisiensi, termasuk penghematan energi.

Namun, setelah melalui pembahasan lintas kementerian, pemerintah memutuskan bahwa sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, proses pembelajaran akan tetap dilaksanakan secara tatap muka di sekolah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa pembelajaran luring dinilai lebih efektif dalam menjaga kualitas pendidikan siswa.

Ia menekankan pentingnya mencegah terjadinya learning loss atau penurunan capaian belajar.

“Pembelajaran di sektor pendidikan harus berjalan optimal. Jangan sampai terjadi learning loss, sehingga kegiatan belajar tetap diutamakan secara tatap muka,” ujar Pratikno, Selasa (24/3/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sempat mempertimbangkan opsi pembelajaran hybrid, yaitu kombinasi antara metode daring dan luring.

Namun, saat ini model tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak.

Menurutnya, menjaga kualitas pendidikan dan interaksi langsung antara siswa dan guru menjadi alasan utama pemerintah tidak menerapkan pembelajaran daring dalam waktu dekat.

Dengan keputusan ini, seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung secara normal dengan sistem tatap muka, guna memastikan proses pendidikan berjalan maksimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *