BERITAUSUKABUMI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim berhasil menghemat anggaran hingga Rp5 triliun setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama libur Lebaran 2026.
Kebijakan penghentian sementara ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional selama masa libur nasional.
“BGN memastikan program tersebut akan kembali berjalan normal pada 31 Maret 2026, seiring berakhirnya periode libur Lebaran,”kata Kepala BGN, Dadan Hindayana.
Penghematan anggaran tersebut disebut berasal dari tidak berjalannya distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat selama masa libur.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi komitmen jangka panjang terhadap program peningkatan gizi masyarakat.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memastikan bahwa anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis serta program Koperasi Desa Merah Putih tidak akan mengalami pemotongan.
Ia menegaskan, meskipun terdapat wacana efisiensi anggaran akibat dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah tetap memprioritaskan program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Anggaran untuk program prioritas seperti MBG tetap aman dan tidak akan dipotong,” ujar Prasetyo.
Untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di bawah batas aman 3 persen, pemerintah akan melakukan penyesuaian dengan memangkas anggaran pada sektor lain yang dinilai kurang produktif.
Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga stabilitas fiskal nasional tanpa mengorbankan program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang gizi dan pemberdayaan ekonomi desa.
Dengan kembali dijalankannya program MBG pada akhir Maret, pemerintah berharap distribusi makanan bergizi dapat kembali optimal dan menjangkau masyarakat luas, terutama kelompok rentan yang menjadi sasaran utama program tersebut.





