BERITAUSUKABUMI.COM-Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi terus mengejar dan memperkuat target eliminasi tuberkulosis (TBC) pada 2030.
Cara yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi yakni melakukan langkah jemput bola dengan memperluas pemeriksaan dan penemuan kasus TBC di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menegaskan bahwa percepatan penemuan kasus menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai penularan TBC.
Menurutnya, target eliminasi TBC tidak cukup hanya dengan mengobati pasien yang sudah terdiagnosis. Kasus positif harus ditemukan sedini mungkin agar segera mendapatkan penanganan dan tidak menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.
“Target eliminasi TBC tahun 2030 dimulai dari penemuan kasus positif di masyarakat sedini mungkin. Prinsipnya no one left behind, jangan sampai ada satu kasus pun yang tertinggal atau tidak terdeteksi,” ujar Masykur Alawi, kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (23/9/2026).
Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes Kabupaten Sukabumi turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan screening TBC di 683 titik yang ditargetkan berlangsung hingga November.
Langkah tersebut menyasar masyarakat yang memiliki risiko maupun gejala yang mengarah pada penyakit TBC.
Masykur mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala, terutama batuk yang berlangsung lama, sesak napas, maupun kondisi lain yang dicurigai berkaitan dengan TBC.
Selain masyarakat yang mengalami gejala, pemeriksaan juga penting dilakukan oleh orang yang memiliki kontak serumah dengan pasien TBC maupun kontak erat.
“Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala TBC seperti batuk lama, sesak napas dan lainnya, atau memiliki kontak serumah maupun kontak erat dengan penderita TBC, silakan menghubungi kader atau Puskesmas untuk mendaftar sebagai peserta pemeriksaan,” katanya.
Ia memastikan pemeriksaan tersebut dapat diakses masyarakat tanpa biaya, termasuk pemeriksaan penunjang seperti rontgen hingga diagnosis TBC dapat ditegakkan.
Program ini diharapkan mampu menemukan penderita TBC lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan sekaligus mencegah penyebaran penyakit di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dinkes Kabupaten Sukabumi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu kondisi semakin parah untuk memeriksakan diri. Semakin cepat kasus ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan pengobatan dan langkah pencegahan penularan dapat dilakukan.
Dengan screening yang diperluas hingga ratusan titik, Pemkab Sukabumi menargetkan semakin banyak kasus TBC yang dapat ditemukan dan ditangani sebagai bagian dari upaya menuju eliminasi TBC pada 2030.





