Satu Tahun, SEMMI Kota Sukabumi Nilai Kinerja Ayep Zaki Masih Jauh dari Harapan

Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa untuk mengevaluasi satu tahun pemerintahan Wali Kota Sukabumi.
Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa untuk mengevaluasi satu tahun pemerintahan Wali Kota Sukabumi.

BERITAUSUKABUMI.COM – Pengurus Cabang Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kota Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan evaluasi satu tahun pemerintahan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki dan Wakilnya Bobby Maulana.

Dalam aksi tersebut, massa menilai kinerja pemerintah kota belum menunjukkan hasil yang memuaskan dan dinilai jauh dari harapan masyarakat.

Aksi yang berlangsung di lingkungan Balai Kota Sukabumi itu diwarnai penyampaian sejumlah tuntutan. Mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat serta minim terobosan strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi menyampaikan, selama satu tahun kepemimpinan berjalan, terdapat beberapa kebijakan yang menuai kritik. Di antaranya kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan YPPDB yang dinilai menimbulkan konflik kepentingan.

Selain itu, kebijakan pajak makan dan minum juga menjadi sorotan karena dianggap memberatkan pelaku usaha dan masyarakat.

Mahasiswa turut mengkritik langkah penanggulangan pengangguran yang dinilai lebih mengarahkan warga menjadi pekerja migran, alih-alih menciptakan lapangan kerja di dalam daerah.

“Seharusnya Wali Kota Sukabumi memiliki terobosan strategis yang konkret dan berpihak kepada masyarakat. Namun hingga kini, kami belum melihat kemajuan yang signifikan maupun realisasi janji-janji kampanye,” tegas perwakilan massa dalam orasinya.

Tuntutan SEMMI

Dalam aksi tersebut, SEMMI Kota Sukabumi menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah kota, yakni:

  1. Membatalkan kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat.
  2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.
  3. Menghadirkan terobosan strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
  4. Merealisasikan janji-janji kampanye yang belum terpenuhi.

Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan memastikan aspirasi masyarakat didengar.

Respons Pemerintah Kota

Aksi tersebut diterima oleh Asisten Daerah (Asda) III Setda Kota Sukabumi, Imran Wardhani. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Sukabumi dalam menemui massa aksi.

Imran memastikan seluruh tuntutan mahasiswa akan disampaikan kepada Wali Kota. Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Kami terbuka untuk menerima masukan dan akan menyampaikan seluruh aspirasi ini kepada pimpinan,” ujarnya.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. SEMMI Kota Sukabumi menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan demi mendorong tata kelola yang lebih transparan dan berpihak pada rakyat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *