Isu Monopoli Tempe Azaki di MBG Sukabumi? Koordinator SPPG: Tidak Ada Instruksi Khusus

Sebuah pertanyaan dari warganet mengundang perhatian publik setelah muncul di kolom komentar akun Facebook Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki. Pemilik akun Facebook Ptr Rahayu menyoroti dugaan kewajiban penggunaan produk tempe bermerek Tempe AZAKI—yang diketahui merupakan milik Wali Kota Sukabumi—di dapur Program Makan Bergizi (MBG).
Produk tempe merk Azaki (istimewa)

BERITAUSUKABUMI.COM-Sebuah pertanyaan dari warganet mengundang perhatian publik setelah muncul di kolom komentar akun Facebook Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Pemilik akun Facebook Ptr Rahayu menyoroti dugaan kewajiban penggunaan produk tempe bermerek Tempe AZAKI yang diketahui merupakan milik Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki di dapur Program Makan Bergizi (MBG).

Dalam komentarnya, Ptr Rahayu menuliskan bahwa keluarganya sebelumnya menjadi pemasok tempe di salah satu dapur MBG.

Bacaan Lainnya

Namun, pasokan tersebut mendadak dihentikan tanpa alasan yang jelas. Ketika dikonfirmasi, pihak dapur MBG disebut memberikan alasan bahwa tempe yang dipakai harus berasal dari Tempe AZAKI.

“Pak Ayep, bener nggak dapur-dapur MBG supply tempenya diharuskan pakai Tempe Zaki? Awalnya UMKM keluargaku supply tempe di salah satu dapur MBG, tiba-tiba stop. Pas ditanya kenapa, jawabannya ‘maaf Bu, kata ahli gizi tempenya harus Tempe Zaki’,” tulis Ptr Rahayu dalam komentarnya.

Tangkapan layar pertanyaaan netizen dari pemilik akun ptr rahayu

Isu ini pun mencuri perhatian publik karena berkaitan dengan transparansi dan keberpihakan terhadap UMKM lokal dalam penyediaan bahan pangan program pemerintah.

Koordinator SPPG Kota Sukabumi Bantah Ada Instruksi Khusus

Menanggapi isu tersebut, Koordinator SPPG Kota Sukabumi, Septo Suharyanto, menegaskan  tidak pernah ada instruksi kepada dapur-dapur MBG untuk menggunakan produk tempe tertentu, termasuk Tempe AZAKI.

“Saya kurang tahu, Pak. Karena tidak pernah ada yang menginstruksikan ke dapur-dapur untuk menggunakan salah satu produk, apa pun itu,” jelas Septo dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Kamis (13/11/2025).

Septo menekankan bahwa pengadaan bahan pangan untuk MBG seharusnya mengutamakan kualitas dan memenuhi standar gizi, bukan berdasarkan merek tertentu.

Hingga kini, Pemerintah Kota Sukabumi dan pihak managemen Tempe Azaki belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi pertanyaan warganet tersebut. Artikel ini akan diperbarui setelah ada klarifikasi lanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *