Rumah Pemuda Disabilitas di Cikembar Ambruk, Pemkab Sukabumi dan BAZNAS Turun Tangan Lakukan Penanganan Cepat

Rumah milik pemuda disabilitas di Cikembar, Sukabumi, roboh akibat lapuk dan hujan deras. BAZNAS Kabupaten Sukabumi turun tangan melakukan asesmen dan penanganan cepat
Rumah milik pemuda disabilitas di Cikembar, Sukabumi, roboh akibat lapuk dan hujan deras. BAZNAS Kabupaten Sukabumi turun tangan melakukan asesmen dan penanganan cepat (source : unang sudamr)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui BAZNAS bergerak cepat menangani kasus rumah seorang pemuda disabilitas di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, yang ambruk pada Jumat (14/11/2025) malam.

Langkah penanganan darurat langsung dikoordinasikan untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi.

Kasus ini kini mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah dan BAZNAS Kabupaten Sukabumi, yang memastikan penanganan darurat hingga rencana pembangunan kembali rumah korban akan dikawal sesuai kebutuhan.

Bacaan Lainnya

Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Unang Sudarma, mengatakan pihaknya bersama jajaran yang lain telah bersatu padu turun ke lokasi guna menyelesaikan secepatnya pembangunan rumah tersebut.

Tindakan ini dilakukan guna memverifikasi kondisi korban serta menentukan bentuk bantuan yang paling mendesak.

“Sebelumnya sudah kita pastikan dulu kondisi yang terdampak, apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan apa yang bisa langsung kita bantu,” ujar Unang Sudarma kepada BERITAUSUKABUMI.COM.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 1 menit 18 detik viral di TikTok setelah diunggah akun @aymarlina927.

Video itu memperlihatkan seorang pemuda bernama Fadilah berdiri terpaku di depan rumahnya yang telah rata dengan tanah. Suara perempuan yang merekam yang diketahui bernama Ay Marlina, warga setempat terdengar pilu melihat kondisi rumah tersebut.

Marlina menuturkan, rumah itu ambruk sekitar pukul 21.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Cikembar.

Fadilah, yang memiliki hambatan perkembangan sejak kecil, tinggal seorang diri di rumah peninggalan kakek-neneknya setelah ibunya meninggal dan ayahnya pergi.

Beruntung, saat kejadian ia tidak berada di rumah karena sedang mengunjungi temannya.

Rumah tersebut diketahui telah lama lapuk. Pihak keluarga mengaku telah mengajukan bantuan rumah layak huni, namun belum terealisasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *