Pemuda Muhammadiyah Sentil Pemkot Sukabumi: Hiburan Diizinkan di Lapdek tapi Solat Idul Fitri Ditolak

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, mempertanyakan alasan Pemkot Sukabumi belum mengizinkan Lapang Merdeka untuk Salat Idulfitri 1447 H, sementara kegiatan hiburan justru diperbolehkan.
Yandra Utama Santosa

BERITAUSUKABUMI.COM – Kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang tidak memberikan izin Lapang Merdeka atau Lapdek untuk digunakan pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bagi warga Muhamadiyah terus menuai sorotan.

Kader Pemuda Muhamadiyah yang Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Sukabumi, Yandra Utama Santosa, mempertanyakan alasan belum diberikannya izin tersebut.

Menurut Yandra, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan dari Pemkot Sukabumi mengenai penolakan atau belum keluarnya izin penggunaan Lapang Merdeka sebagai lokasi Salat Idulfitri bagi warga Muhammadiyah.

Bacaan Lainnya

“Yang mau solat Idul Fitri di Lapdek tidak hanya warga Kota Sukabumi, warga Kabupaten Sukabumi juga mau. Nah yang menjadi pertanyaan kami, apa alasan Pemkot Sukabumi tidak memberikan izin penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Idulfitri tahun ini?” ujar Yandra Utama Santosa kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Kamis (19/3/2026).

Yandra menilai kebijakan tersebut terasa janggal. Pasalnya, berbagai kegiatan lain yang bersifat hiburan maupun komersial, seperti konser musik dan pagelaran seni, justru kerap mendapatkan izin penggunaan lokasi tersebut.

“Untuk kegiatan hiburan seperti musik dan pagelaran seni yang sifatnya komersil bisa diizinkan. Tapi untuk kegiatan keagamaan justru tidak. Ini yang kami pertanyakan,” kata Yandra.

Lebih lanjut, Yandra menjelaskan bahwa kebutuhan akan lokasi terbuka menjadi penting mengingat kapasitas tempat ibadah yang dimiliki Muhammadiyah di Kota Sukabumi terbatas.

Setiap tahun, jumlah jamaah Salat Idulfitri terus meningkat, terlebih dengan adanya warga Muhammadiyah yang mudik dari perantauan.

“Kampus atau fasilitas yang ada tidak selalu mampu menampung jamaah. Apalagi saat momentum Idulfitri, banyak warga yang pulang kampung,” jelasnya.

Yandra berharap Pemerintah Kota Sukabumi dapat segera memberikan kejelasan terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, masih ada waktu bagi pemerintah untuk mempertimbangkan kembali izin penggunaan Lapang Merdeka demi mengakomodasi kebutuhan umat.

“Kami berharap masih ada kesempatan dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah di Sukabumi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkot Sukabumi masih belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum diberikannya izin penggunaan Lapang Merdeka untuk Salat Idulfitri 1447 Hijriah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *