Pemkot Sukabumi Anggarkan Dana Rp 3 Miliar untuk Makan Bergizi Gratis

Pemkot Sukabumi menganggarkan Rp 3 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 ini. Pj Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartjadi, mengatakan program MBG didukung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu menyediakan 3.000-3.500 porsi per hari.
Pelajar di Kota Sukabumi menikmati menu Makan Bergizi Gratis (dokpimkotsi)

beritausukabumi.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menganggarkan Rp 3 miliar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2025 ini.

“Saat ini kita menyesuaikan, mudah-mudahan anggaran dari provinsi segera turun. Pemerintah Kota Sukabumi juga harus menyiapkan dapur karena satu dapur diperkirakan mengolah sekitar 3000-3500 porsi,” ujar Pj Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji saat mendampingi Pj Gubernur Jabar, Bey Machmudin untuk meninjau pelaksanaan MBG di Kota Sukabumi, Rabu (8/1/2024).

Kusmana Hartjadi, mengatakan program MBG di Kota Sukabumi didukung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu menyediakan 3.000-3.500 porsi per hari.

Bacaan Lainnya

Saat ini kata Kusmana, jumlah porsi makanan bergizi yang telah disalurkan mencapai 3025 untuk siswa SMP Negeri 12 dan SMA Negeri 5 Kota Sukabumi.

Dengan menu yang disajikan seperti ayam kecap, sayuran, buah-buahan, dan susu kotak sudah dinilai memenuhi standar gizi oleh para ahli.

“Namun, untuk ibu hamil, program ini masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut,”ungkapnya.

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp 1 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh kota/kabupaten selama satu tahun.

“Pelaksanaan program MBG di Jabar dilakukan secara bertahap sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional atau BGN, dan anggarannya sebesar Rp 1 triliun,” kata Bey Machmudin.

Hingga saat ini, anggaran tersebut belum digunakan karena Pemprov Jabar masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

Pemprov juga masih menunggu arahan apakah pengadaan MBG akan bekerja sama dengan pihak ketiga atau tidak.

Untuk tahap awal, pelaksanaan program yang berlangsung di beberapa sekolah menggunakan anggaran langsung dari BGN.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *