Jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi Diprediksi Macet Parah Saat Mudik Lebaran 2026

alur Ciawi–Cibadak–Sukabumi diprediksi menjadi salah satu titik kemacetan parah saat arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat. Dinas Perhubungan Jabar menyiapkan rekayasa lalu lintas, penertiban parkir liar, serta jalur alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Potret kemacetan di jalur utama Cibadak-Sukabumi (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM – Sejumlah jalur utama non-tol di Jawa Barat diprediksi mengalami kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan telah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik rawan.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebutkan beberapa ruas jalan yang diperkirakan menjadi titik kemacetan selama musim mudik tahun ini.

Bacaan Lainnya

Salah satunya adalah jalur Ciawi – Cibadak – Sukabumi, yang kerap menjadi jalur favorit pemudik menuju wilayah selatan Jawa Barat.

“Pada puncak arus mudik dan arus balik, kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga ke atas akan ditindak jika tetap melintas di jalur tersebut,” ujar Dhani, Senin (9/4/2026).

Selain penertiban kendaraan berat, pemerintah daerah juga akan menindak parkir liar dan aktivitas pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan karena dinilai mempersempit ruang lalu lintas.

Titik Rawan Macet Lain di Jawa Barat

Selain jalur menuju Sukabumi, Dishub Jabar juga memprediksi kemacetan terjadi di beberapa ruas penting lainnya, di antaranya:

  • Simpang Jomin – Simpang Mutiara – Cikopo
  • Jalur Ciawi – Simpang Gadog – Puncak di Kabupaten Bogor
  • Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg di Kabupaten Bandung
  • Jalur Limbangan – Malangbong – Gentong
  • Jalur Pelumbon – Kadawung – Cirebon

Untuk mengurai kemacetan di kawasan Simpang Jomin hingga Cikopo, Dishub Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional berencana menutup 47 titik putaran balik (u-turn) dan hanya membuka 8 titik yang dianggap strategis.

Sementara di jalur Ciawi–Gadog–Puncak, kepolisian akan memberlakukan sistem ganjil genap dan satu arah (one way) saat volume kendaraan meningkat. Satpol PP juga diturunkan untuk menertibkan aktivitas masyarakat yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.

Di kawasan Cileunyi dan Nagreg, pemerintah menyiapkan alat mobile reader untuk mempercepat proses pembayaran tol elektronik serta memasang papan informasi tambahan jika terjadi pengalihan arus menuju Tol Cisumdawu.

Jalur Alternatif Mudik di Jawa Barat

Untuk menghindari kepadatan di jalur utama, pemudik juga disarankan memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan.

Wilayah Utara Jawa Barat (8 jalur alternatif):

  • Sukamandi-Kalijati (22 km)
  • Pamanukan-Subang (31 km)
  • Kadipaten -Jatitujuh – Jatibarang (40,7 km)
  • Haurgeulis-Patrol (19 km)
  • Cikamurang-Jangga (35 km)
  • Budur-Tegalgubug-Jagapura- Mundu (32 km)
  • Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan (95 km)
  • Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka (32 km)

Wilayah Tengah Jawa Barat (4 jalur alternatif):

  • Subang-Lembang-Bandung (41 km)
  • Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta (85 km)
  • Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang (79 km)
  • Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten (45 km)

Wilayah Selatan Jawa Barat (5 jalur alternatif):

  • Garut-Banyuresmi -Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung (78 km)
  • Sasak Beusi-Cibatu-Leles (19 km)
  • Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya (44 km)
  • Malangbong-Wado (15 km)
  • Parakan Muncang – Warung Simpang (9 km)

Pemerintah berharap rekayasa lalu lintas serta pemanfaatan jalur alternatif dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Barat.

SUMBER : DISHUB JABAR

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *