Guru IPS dan Geografi Kumpul di Pendopo Sukabumi Bahas Isu Krusial dan Pendidikan Berbasis Karakter

Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus membuka Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bagi Guru SMP dan SMA mata Pelajaran IPS dan Geografi Kabupaten Sukabumi, Kamis (24//04/2025) di Pendopo Sukabumi.
Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi Uus Firdaus membuka Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bagi Guru SMP dan SMA mata Pelajaran IPS dan Geografi Kabupaten Sukabumi, Kamis (24//04/2025) di Pendopo Sukabumi.

BERITAUSUKABUMI.COM – Sebuah langkah penting dalam dunia pendidikan Kabupaten Sukabumi digelar pada Kamis (24/04/2025).

Bertempat di Pendopo Sukabumi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), Uus Firdaus, secara resmi membuka Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk para guru SMP dan SMA, khususnya yang mengampu mata pelajaran IPS dan Geografi.

Acara ini dihadiri oleh 70 guru dari berbagai sekolah di Kabupaten Sukabumi. Dalam laporannya, Kabid Pengendalian Penduduk, Data dan Informasi, Ani Andriani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan bekal serta arahan kepada para pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran yang tidak hanya kaya pengetahuan, tetapi juga menyentuh aspek sikap dan perilaku, terutama yang berkaitan dengan isu-isu kependudukan.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kadis PPKB Uus Firdaus menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung terbentuknya keluarga yang berkualitas.

“Anak adalah bagian tak terpisahkan dari keluarga. Mustahil keluarga dikatakan berkualitas jika anaknya tidak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan sholeh,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Uus juga menyoroti tiga isu besar yang menjadi tantangan kependudukan saat ini, yakni kemiskinan, penyalahgunaan narkotika, dan seks bebas.

Ia menegaskan bahwa peran guru sangat vital dalam menjaga dan mengarahkan moralitas pelajar agar tidak terjerumus ke dalam masalah tersebut.

“Guru bukan hanya pengajar, tapi juga pembimbing moral. Dengan adanya MGMP ini, saya berharap hasil diskusinya bisa diterapkan langsung di kelas, menjadi bagian dari proses belajar yang membentuk karakter dan keterampilan siswa,” harap Uus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *