BERITAUSUKABUMI.COM-Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sukabumi batal menggelar Solat Idulfitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026, lusa.
Hal ini setelah Pemerintah Kota Sukabumi, tidak mengabulkan permohonan PDM Kota Sukabumi untuk menggelar Solat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.
Ketua PDM Kota Sukabumi, Ade Rahmatullah, menegaskan bahwa perubahan lokasi pada tahun ini tidak mengurangi makna dan kekhusyukan ibadah Idulfitri.
“Alhamdulillah, kami masih diberikan kesempatan untuk melaksanakan Shalat Idulfitri bersama. Penolakan penggunaan Lapangan Merdeka bukan menjadi penghalang dalam menjalankan syiar Islam,”kata Ade Rahmatullah dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Penolakan penggunaan Lapangan Merdek Kota Sukabumi bukan kali pertama terjadi. Pada 2023 lalu, isu serupa sempat mencuat saat Achmad Fahmi menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi.
Kala itu, beredar kabar bahwa Pemerintah Kota Sukabumi menolak pelaksanaan Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Lapangan Merdeka.
Namun, informasi tersebut segera diluruskan oleh Achmad Fahmi. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada penolakan izin terhadap kegiatan tersebut.
“Bersama dengan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kota Sukabumi, kami cukup kaget dengan informasi yang viral dan berkembang tidak sesuai fakta,” ujar Fahmi di Balai Kota Sukabumi, Senin (17/4/2023) lampau.
Achmad Fahmi menjelaskan bahwa Muhammadiyah memang sempat mengajukan surat permohonan penggunaan Lapangan Merdeka kepada Pemerintah Kota Sukabumi.
Namun, dalam surat balasan yang dikirimkan, tidak terdapat pernyataan penolakan. Pemerintah daerah hanya menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Idulfitri oleh Pemda mengikuti ketetapan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama.
Ade Rahmatullah mengatakan meski warga Muhamadiyyah tidak bisa melaksanakan Solat Idul Fitri 14447 Hijriah di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, karena terbentur izin dari Pemkot Sukabumi, namun ribuan jamaah tetap akan memadati dua lokasi pelaksanaan Solat Idul Fitri, yakni Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Perguruan Aisyiyah Cipoho.
“Walaupun lokasinya berbeda, suasana tetap terasa hangat dan khusyuk. Justru terasa lebih dekat dengan sesama jamaah,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan di dua titik ini, Muhammadiyah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat. “Semoga Idulfitri ini membawa keberkahan dan semakin mempererat persaudaraan antarumat,” pungkasnya.
Sampai artikel ini dipublikasikan, Redaksi BERITAUSUKABUMI.COM belum mendapatkan respon dan klarifikasi resmi dari Pemerintah Kota Sukabumi terkait polemik penolakan ini.





