Keluarga Dini Sera Afriyanti Asal Cisaat Sukabumi Kecewa, Ronald Tannur Divonis Ringan dan Dapat Remisi

Gregorius Ronald Tannur, anak dari mantan anggota DPR RI, Edward Tannur. (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Keluarga almarhumah Dini Sera Afriyanti, perempuan asal Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi yang tewas dibunuh oleh kekasih pada 4 Oktober 2023 lalu, menyatakan kekecewaan mendalam atas pemberian remisi kepada Gregorius Ronald Tannur, terpidana kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian Dini.

Adik korban, Alfika, mengaku terkejut mengetahui bahwa Ronald Tannur mendapat pemotongan masa hukuman saat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Menurutnya, hal ini mencederai rasa keadilan bagi keluarga.

“Bahkan saya sempat mengira dia sudah bebas atau hidup tenang meski sudah diadili. Kita tidak pernah tahu proses di dalamnya seperti apa. Jelas, hukum di negara ini terasa bobrok. Semua bisa diatur dengan uang, bahkan nyawa kakak saya seakan tidak ada artinya,” ungkap Alfika kepada wartawan, Senin (18/8/2025).

Berdasarkan data Lapas Kelas IIA Salemba, sebanyak 1.519 warga binaan menerima remisi umum pada 17 Agustus 2025, dan salah satunya adalah Gregorius Ronald Tannur bin Edward Tannur.

Kepala Lapas Salemba, Mohamad Fadil, membenarkan bahwa salah satu narapidana yang mendapat remisi adalah Gregorius Ronald Tannur bin Edward Tannur, dengan pengurangan hukuman selama 1 bulan.

Pemotongan masa tahanan ini diberikan secara rutin setiap momentum Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kisah Tragis Dini Sera Afriyanti yang Tewas Dianiaya Kekasih di Surabaya

Sekedar mengingatkan kembali, Dini Sera Afriyanti, meninggal dunia secara tragis di Surabaya setelah diduga mengalami penganiayaan oleh kekasihnya, Gregorius Ronald Tannur, putra mantan anggota DPR RI, Edward Tannur.

Kasus ini sontak menjadi sorotan nasional, bukan hanya karena latar belakang keluarga pelaku, tetapi juga karena peristiwa memilukan yang menimpa seorang perempuan muda penuh harapan.

Kronologi Tragis di Surabaya

Berdasarkan hasil penyelidikan, malam naas itu bermula ketika Dini bersama Ronald berada di sebuah tempat hiburan malam di Surabaya. Keduanya sempat terlibat cekcok hebat hingga berlanjut di area parkir. Ronald diduga melakukan tindakan kekerasan fisik kepada Dini.

Akibat penganiayaan tersebut, Dini kehilangan kesadaran. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat tertolong. Hasil autopsi menunjukkan adanya luka serius akibat benturan keras yang menjadi penyebab kematian.

Perjalanan Hidup Dini

Dini dikenal sebagai pribadi yang ceria dan ramah. Setelah bercerai dari suaminya, ia memutuskan merantau ke Surabaya untuk menghidupi diri. Di kota itu, ia bekerja sebagai pramuniaga dan pemandu karaoke.

Selain itu, Dini aktif di media sosial, terutama melalui akun TikTok @bebyandine, tempat ia membagikan kesehariannya. Aktivitasnya di dunia maya membuatnya dikenal cukup luas, baik oleh teman maupun komunitas daring.

Gelombang Empati Publik

Kematian Dini memicu gelombang empati dan kemarahan masyarakat. Banyak yang menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata bahwa kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi, bahkan hingga merenggut nyawa.

Warganet ramai-ramai menyuarakan keadilan bagi Dini. Tagar terkait kasus ini sempat viral, mendesak aparat penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam memproses perkara yang melibatkan anak pejabat.

Keluarga Minta Keadilan

Keluarga Dini di Sukabumi sangat terpukul. Mereka tidak menyangka kepulangan Dini hanya tinggal jasad. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan tanpa intervensi apa pun,” ujar salah satu anggota keluarga.

Keluarga berharap agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatannya, sehingga kejadian serupa tidak lagi menimpa perempuan lain.

Refleksi atas Kekerasan Terhadap Perempuan

Kasus Dini Sera Afriyanti menjadi pengingat pahit bahwa isu kekerasan terhadap perempuan masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Perlindungan hukum, kesadaran masyarakat, serta keberanian korban untuk melapor harus terus diperkuat agar tragedi seperti ini tidak terulang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *