Dewi Asmara: Seren Taun Kasepuhan Sinaresmi Jadi Kebanggaan Sukabumi dan Jawa Barat

Dewi Asmara (kanan) bersama Asep Japar, Abah Asep dan istri (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM – Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, menyebut tradisi Seren Taun ke-447 di Kampung Adat Kasepuhan Sinaresmi, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sukabumi dan Jawa Barat.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun itu menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih hidup dan terus dijaga.

“Sukabumi dan Jawa Barat patut bangga karena hingga saat ini masih memiliki tradisi budaya yang tetap lestari. Di tengah perkembangan zaman, masyarakat adat Kasepuhan Sinaresmi mampu mempertahankan warisan leluhur yang sarat makna dan penuh nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai seperti inilah yang saat ini justru semakin dibutuhkan sebagai pedoman dalam menjaga budaya, lingkungan, serta kehidupan bermasyarakat,” ujar Dewi Asmara saat menghadiri puncak perayaan Seren Taun ke-447, Minggu (5/7/2026).

Bacaan Lainnya

Menurut Dewi Asmara, Seren Taun bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi juga memiliki makna besar dalam menjaga identitas bangsa.

Tradisi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat adat mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya, kelestarian alam, dan ketahanan pangan di tengah pesatnya modernisasi.

Dewi Asmara berharap tradisi seperti Seren Taun terus mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar tetap lestari serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerahnya.

Puncak Seren Taun ke-447 diawali dengan berbagai prosesi adat yang sarat makna, mulai dari tumbuk padi, saresehan bersama baris olot kasepuhan, dongdang, pertunjukan dogdog lojor, seni debus, rengkong, gondang buhun, tari tani, hingga pameran karya incu putu Kasepuhan Sinaresmi.

Prosesi paling sakral adalah Ngampih Pare ka Leuit, yakni memasukkan secara simbolis ikatan padi hasil panen masyarakat ke Leuit Si Jimat oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha. Prosesi berlangsung khidmat dengan iringan kidung Pohaci, alunan suling, dan kecapi yang menambah nuansa spiritual.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah sekaligus menjadi simbol kuatnya nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan melalui budaya penyimpanan padi di leuit.

Di kesempatan yang sama, Sesepuh Adat Kasepuhan Sinaresmi, Abah Asep Nugraha, menegaskan bahwa Seren Taun merupakan warisan leluhur yang tidak hanya berisi rangkaian ritual adat, tetapi juga menjadi doa bersama agar masyarakat senantiasa diberi keberkahan serta mampu menjaga keselarasan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Tradisi ini harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas dan pegangan hidup masyarakat adat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *