BERITAUSUKABUMI.COM-PO (53) warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi dikabarkan jadi korban pembunuhan berencana oleh dukun pengganda uang di Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kasus pembunuhan berencana berkedok dukun pengganda uang ini, ada 10 korban yang tewas dibunuh, salah satu PO, warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi.
Tersangka pelaku nekad membunuh PO lantaran kesal karena terus menerus ditagih setelah sebelumnya korban PO dijanjikan akan melipatgandakan uang korban yang telah disetorkan, dari Rp 70 juta menjadi Rp 5 miliar.
LIHAT JUGA : Kesal Karena Menolak Hubungan Intim Jadi Motif Pelaku Pembunuh Dua Wanita di Ujunggenteng Sukabumi
Informasi Warga Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi jadi korban pembunuhan berencana ini setelah Polres Banjarnegar mengungkap tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Dukun Tohari (TH) Alias Mbah Slamet (45).
Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengatakan, kasus pembunuhan berencana berkedok dukun pengganda uang ini mirip dengan Wowon cs di kawasan Bantargebang Bekasi, Jawa Barat dan lokasi lainnya yang dibongkar Polda Metro Jaya pada pertengahan Januari 2023 lalu.
Pengungkapan kasus pembunuhan berencana berkedok dukun pengganda uang tersebut kata AKBP Hendri Yulianto berawal saat pihaknya menerima laporan orang hilang dari anak korban, GE pada 27 Maret lalu.
Dalam laporan itu, GE menjelaskan bahwa ayahnya tidak diketahui keberadaannya sejak tanggal 24 Maret.
“Sebelumnya, tahun lalu, sekitar bulan Juli, GE diajak sang ayah untuk bertemu dengan teman korban warga Banjarnegara, yang kemudian diketahui bernama Tohari alias Mbah Slamet. Dalam pertemuan itu, mereka sempat ke rumah Mbah Slamet, di Desa Balun Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara,”ungkap AKBP Hendri Yulianto seperti disalin BERITAUSUKABUMI.COM dari okezone.com, Senin (3/4/2023).
Dari pertemuan itu, jelas AKBP Hendri Yulianto, akan dilakukan pertemuan lanjutan pada 20 Maret 2023. Pertemuan itu untuk membahas penggandaan uang.
“Korban PO datang sendirian dari Sukabumi menuju ke rumah Mbah Slamet di Banjarnegara dengan menggunakan Mobil Wulinging warna Hitam,” kata AKBP Hendri Yulianto.
Kemudian, pada tanggal 23 Maret 2023, korban menghubungi anaknya yang lain dengan inisial SL dan membagikan lokasinya (sherlock) melalui pesan WhatsApp.
Pembunuhan terhadap PO itu sendiri terungkap berkat pesan WhatsApp korban kepada anaknya.”Pada saat itu korban chat kepada anaknya yang isinya ‘ini di rumahnya Pak Slamet buat jaga-jaga kalo umur ayah pendek. Misal tidak ada kabar sampai hari minggu langsung aja ke lokasi bersama aparat,” kata AKBP Hendri Yulianto.
“Korban tertarik dan oleh tangan kanan tersangka dipertemukan, korban berniat menggandakan uang dan beberapa kali korban ke tempat tersangka. Setelah mengeluarkan banyak biaya sebagai mahar untuk menggandakan uang yakni sekitar Rp70 juta, korban merasa kecewa serta mengancam akan melaporkan kepada aparat penegak hukum. Kemudian, korban diberikan minuman yang dicampur racun. Korban ditemukan meninggal terkubur,”lanjut AKBP Hendri Yulianto.
editor : Irwan Kurniawan





