TR Ibu Sambung NS Bantah Telah Lakukan Penganiayaan

Kematian NS (12), siswa SMP asal Surade, Sukabumi, masih menjadi misteri. Ayah korban mengungkap dugaan kekerasan yang pernah dilaporkan, sementara ibu tiri membantah dan menyebut korban meninggal akibat sakit.
TS ibu sambung NS

BERITAUSUKABUMI.COM – Meninggalnya NS (12 tahun), pelajar kelas 1 SMP asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, masih memunculkan pertanyaan di lingkungan keluarga.

Ayah korban, Anwar, mengungkap bahwa dugaan adanya kekerasan terhadap anaknya disebut bukan pertama kali terjadi dan sempat dilaporkan ke aparat kepolisian sekitar satu tahun yang lalu.

Anwar menuturkan, perselisihan di dalam rumah kerap dipicu oleh konflik antara NS dengan anak angkat dari istrinya.

Bacaan Lainnya

“Dalam beberapa kejadian, anak saya menjadi pihak yang mengalami perlakuan fisik saat pertengkaran berlangsung,”kata Anwar kepada wartawan.

Anwar juga mengaku pernah membawa persoalan tersebut ke Polres Sukabumi. Namun, laporan itu tidak berlanjut ke proses hukum setelah kedua pihak sepakat menyelesaikannya melalui mediasi keluarga.

Sementara itu, TR (47 tahun), ibu sambung NS, menyampaikan klarifikasi terkait berbagai informasi yang beredar mengenai penyebab meninggalnya siswa SMPIT Darul Ma’arif tersebut.

TR menegaskan jika NS meninggal dunia akibat sakit dan membantah tudingan kekerasan yang ramai dibahas di media sosial.

Menurut TR, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa NS diduga menderita penyakit serius yang berkaitan dengan gangguan pada darah.

Ia mengatakan, kondisi panas tinggi yang dialami korban diduga berkaitan dengan penyakit tersebut. TR juga menanggapi adanya luka atau kulit melepuh yang terlihat pada tubuh korban, yang menurutnya berkaitan dengan kondisi kesehatan NS.

TR menjelaskan, pada Kamis pagi korban sempat dibawa ke RSUD Jampangkulon bersama dirinya dan ayah kandung NS.

“Saya tidak mengetahui secara rinci hasil penjelasan medis dari pihak rumah sakit karena saat itu tengah mengurus administrasi,”ucapnya.

Terkait isu perundungan dan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial, TR menduga hal tersebut bermula dari beredarnya video kondisi korban sebelum adanya diagnosis medis resmi.

Ia juga mengakui NS sempat berselisih dengan anak angkatnya. Meski demikian, ia menilai pertengkaran tersebut sebagai konflik biasa di antara anak-anak dan tidak mengarah pada tindakan kekerasan berat.

TR membantah tudingan penganiayaan yang ramai ditujukan kepadanya. Ia menyebut telah merawat NS sejak duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar, termasuk dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan keseharian korban.

Ia pun kembali menepis dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada 2025, dan menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Saat ini, keluarga menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak berwenang, sembari berharap fakta terkait penyebab kematian NS dapat segera terungkap secara jelas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *