Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Ayep Zaki Pamer PAD Kota Sukabumi Naik Rp54 Miliar

Refleksi satu tahun pemerintahan tersebut digelar dalam forum bertajuk “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan” yang berlangsung di Gedung Juang 45, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Refleksi satu tahun pemerintahan tersebut digelar dalam forum bertajuk “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan” yang berlangsung di Gedung Juang 45, dengan dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta berbagai elemen masyarakat. (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki  pamer dan mengklaim satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana mulai menunjukkan capaian awal dalam pembangunan daerah.

Ayep Zaki mengungkapkan  salah satu indikator positif di awal masa kepemimpinannya adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi.

Hal itu diutarakan Ayep Zaki saat Refleksi satu tahun pemerintahannya yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, pada Jumat (20/2/2026), bertajuk “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan”.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, berkat kerja keras bersama, Pendapatan Asli Daerah Kota Sukabumi berhasil meningkat sebesar 12,47 persen atau sekitar Rp54 miliar. Ini menjadi modal penting untuk dikembalikan dalam bentuk program pembangunan bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Ayep menegaskan jika peningkatan PAD tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Ia menyebut kepemimpinan membutuhkan evaluasi berkelanjutan sebagai bagian dari proses perbaikan tata kelola pemerintahan.

Di satu tahun kepemimpinannya ini Ayep Zaki bertekad kedepan,  akan memfokuskan energi pembangunan pada sejumlah persoalan strategis daerah.

“Menekan angka pengangguran dan kemiskinan, Menuntaskan persoalan pengelolaan sampah dan Meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih adaptif terhadap pelayanan publik berbasis digital,”paparnya.

Menurut Ayep, tantangan pembangunan Kota Sukabumi ke depan masih cukup kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Perjalanan pembangunan masih panjang. Dukungan, kritik, serta partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk memperkuat optimisme dan persatuan dalam mewujudkan Sukabumi yang semakin maju,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *