Polisi Minta Netizen Tak Berspekulasi Soal Kematian Anak di Jampangkulon yang Dikaitkan dengan Ibu Tiri Korban

Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait kematian NS (12) di Jampangkulon, Sukabumi. Dugaan yang mengaitkan ibu sambung korban ramai di media sosial, sementara penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji laboratorium forensik.
Ibu sambung atau ibu tiri NS yang diduga netizen sebagai pelaku penyebab kematian NS (sumber:isitmewa)

BERITAUSUKABUMI.COM-Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian NS (12), bocah asal Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang saat ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Ini setelah sejumlah netizen di media sosial mengaitkan dugaan sementara penyebab kematian korban adalah  ibu sambung atau ibu tiri korban. Sebab, sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan dan meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, meminta publik menahan diri hingga hasil pemeriksaan ilmiah keluar secara resmi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyimpulkan sendiri terkait penyebab kematian korban. Proses penyelidikan masih berjalan dan kami masih menunggu hasil uji laboratorium lanjutan,” ujar AKP Hartono kepada wartawan, Jumat (20/2/2026).

Menurut Hartono, proses autopsi terhadap jasad korban telah dilakukan oleh tim forensik di RS Bhayangkara Setukpa Polri.

Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam, ditemukan luka bakar di sejumlah bagian tubuh, seperti lengan, kaki, punggung, serta area bibir dan hidung.

Meski demikian, tim medis belum dapat memastikan jika luka-luka tersebut menjadi penyebab utama kematian. Pemeriksaan juga tidak menemukan tanda kekerasan akibat benturan benda tumpul pada tubuh korban.

“Untuk memastikan penyebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Jakarta, termasuk kemungkinan adanya faktor lain seperti paparan zat tertentu maupun kondisi medis korban,” tambahnya.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan organ dalam, tim forensik menemukan adanya pembengkakan ringan pada jantung dan paru-paru korban.

“Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan barang bukti juga tengah dikumpulkan guna mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan meninggalnya korban,”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *