HEADLINE, Sukabumi

Cerita Pilu Istri Penambang Emas di Kecamatan Ciemas Sukabumi Usai Suami Ditangkap Polisi

Ada cerita pilu yang dirasakan dua orang istri penambang emas asal Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi usai suami mereka ditangkap Polres Sukabumi beberapa waktu lalu.

Cerita pilu itu salah satunya dirasakan istri seorang penambang emas bernama Cicah Hayati. Istri dari penambang emas ilegal berinisial TD, harus merasakan getirnya hidup seusai suaminya ditangkap politi lantaran diduga kuat jadi menambang emas di lahan terlarang.

HEADLINE, Sukabumi

Pasca Pegawainya Terjerat Narkotika, Kantor UPP Syahbandar Palabuhanratu Lakukan Test Urine

Pasca penangkapan seorang pegawai Kementerian Perhubungan pada Kantor Unit Penyelenggara Palabuhan (UPP) Syahbandar Palabuhanratu, karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu seberat 25 gram, pihak Kantor UPP Syahbandar Palabuhanratu melakukan test urine.

Test urine dilakukan guna memastikan dan mengetahui apakah pegawai UPP Syahbandar Palabuhanratu bebas dari narkotika. Test urine UPP Syahbandar Palabuhanratu bekerjasama dengan UPTD kesehatan Kota Sukabumi.

“Ada 24 orang pegawai UPP Syahbandar yang melakukan test urine. Hasil pemeriksaan test urine, karyawan kami semua hasilnya negatif,”kata Kepala UPP KPLP Syahbandar Palabuhanratu, Mastur kepada sejumlah wartawan, Rabu (16/8/2023).

HEADLINE, Sukabumi

Polres Sukabumi Beberkan Penangkapan Penambang Emas di Ciemas

Polres Sukabumi berhasil mengungkap kasus kegiatan penambangan ilegal di dalam kawasan hutan tanpa izin serta melakukan penambangan tanpa izin yang diungkap Mapolres Sukabumi, mengungkapkan kronologis penangkapan dan barang bukti yang diamankan, Kamis (10/08/2023).

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede dalam konferensi pers di Mapolres Sukabumi mengungkapkan, kasus ini berawal dari Laporan Polisi Nomor LP/B/369/VIII/2023/SPKT/Polres Sukabumi/Polda Jawa Barat pada tanggal 07 Agustus 2023.

HEADLINE, Sukabumi

Terungkap, Kaca Jendela di Kantor PN Cibadak Pecah Berlubang bukan Karena Peluru

Terungkap, hasil olah TKP Satreskrim Polres Sukabumi, kaca jendela di ruang Kepaniteraan Pidana, lantai 2 Gedung Pengadilan Negeri Cibadak Kelas 1B Kabupaten Sukabumi, pecah berlubang bukan karena tembakan peluru, melainkan dari lemparan batu ketepel yang dimainkan sejumlah anak kecil.

“Ya kita tadi sudah melaksanakan olah TKP, terus kita tadi sudah melakukan penyisiran, terus kita temukan bahwasannya kejadian tersebut merupakan ulah dari anak yang bermain katapel,”ungkap Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Dian Poernomo kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (9/8/2023).

HEADLINE, Sukabumi

Daar, Kaca Jendela Gedung Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi Pecah Seperti Ditembak Peluru

Kaca di ruang Kepaniteraan Pidana, lantai 2 Gedung Pengadilan Negeri Cibadak Kabupaten Sukabumi, pecah berlubang akibat diduga terkena tembakan peluru.

Informasi yang dihimpun, sebelum kaca jendela di ruang Kepaniteraan Pidana Gedung Pengadilan Negeri Cibadak di Jalan Jenderak Sudirman Blok Jajaway No 02 Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi itu pecah berlubang, sempat terdengar suara letusan seperti tembakan.

HEADLINE, Sukabumi

Pemuda Warungkiara Delapan Kali Setubuhi Pelajar Usia 15 Tahun

Seorang pemuda asal Warungkiara Kabupaten Sukabumi diciduk Polres Sukabumi setelah diketahui telah melakukan tindakan asusila terhadap seorang pelajar atau gadis dibawah umur berusia 15 tahun.

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengungkapkan, R melakukan asusila terhadap korban sebanyak delapan kali tindakan asusila. Kasus asusila ini terjadi tanggal 2 Agustus 2023 di Kampung Cipatuguran Kecamatan Pelabuhanratu.

HEADLINE, Hukum

Marpaung Law Firm and Parthner Ancam Laporkan Balik HMI Sukabumi

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marpaung Law Firm and Parthner, mengancam akan melaporkan balik sejumlah fungsionaris HMI Sukaumi, yang saat ini telah melaporkan lembaganya ke Polres Sukabumi, sekaitan dengan pendampingan hukum untuk desa di Kabupaten Sukabumi.

“Apabila yang dilaporkan tersebut tidak terbukti, maka kami Law Firm Marpaung and Partner akan melakukan pembuktian terbalik. Kami dari LAW Firm Marpaung and Partner bersama para kepala desa yang sudah MOU terkait kegiatan pendampingan hukum ini, akan melaporkan balik kepada pihak yang berwajib,”kata Direktur Marpaung Law Firm and Parthner, HR Irianto Marpaung dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, belum lama ini.

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.