beritausukabumi.com-Penyebab tewasnya Neng Laras (22 tahun), perempuan yang ditemukan di selokan di Desa Giri Jaya Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi diduga karena motor yang ia kendarai sebelumnya terjatuh ke selokan.
“Dari hasil olah TKP, diduga korban mengalami kecelakaan tunggal saat hendak pulang ke rumah. Motor yang dikendarai korban hilang kendali dan terjatuh ke selokan dengan kedalaman sekitar 4 meter,”ungkap Kapolsek Nagrak, Iptu Asep Suhriat kepada wartawan, Jumat (18/10/2024).
Sebelum ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi mayat sudah membusuk, Neng Laras sebelumnya sudah dinyatakan menghilang sejak Minggu, 13 Oktober 2024 lalu.
“Menurut keterangan saksi, kondisi korban saat ditemukan sudah membusuk, dengan luka di wajah dan kaki kiri. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tertelungkup di selokan, diduga akibat kecelakaan tunggal,”beber Iptu Asep Suhriat.
Pihak keluarga lanjut Iptu Asep Suhriat menolak dilakukan otopsi dan langsung membawa jasad ke rumah duka di Kampung Cireundeu.
Awal Mula Mayat Neng Laras Ditemukan
Warga Kampung Palasari, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digemparkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan pada Kamis (17/10/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi Utom Royani (68 tahun), mayat Neng Laras ditemukan berawal ketika dirinya mencium bau tidak sedap saat pulang dari warung.
“Saat saya cek, ternyata bau tersebut berasal dari selokan. Di sana saya melihat ada sepeda motor Honda Beat berwarna biru, dan setelah dicek lebih lanjut, saya menemukan sesosok mayat perempuan tertimpa motor tersebut,” ujar Utom.
Penemuan ini kemudian dilaporkan kepada warga lainnya, termasuk Ustad Denda (45) dan Ketua RT Ece (67). Setelah mendapati informasi adanya orang hilang di Kampung Karajajinan, pihak RT segera menghubungi keluarga korban.
Salah satu anggota keluarga, Farid (51), kemudian datang ke lokasi dan memastikan bahwa motor tersebut milik keponakannya, Neng Laras.
Farid bersama keluarga memutuskan untuk mengevakuasi jasad korban dan sepeda motornya meski sempat diimbau oleh Kepala Desa Girijaya untuk menunggu kedatangan pihak kepolisian.





