Satu dari Tiga Warga yang Tewas di Jembatan Dermaga Tegalbuleud Berstatus Mahasiswa

Satu dari tiga korban tewas saat ambruknya jembatan Dermaga Tambang Pasir Besi PT Sumber Baja Prima (SBP) Tegalbuled Kabupaten Sukabumi, diketahui berstatus mahasiswa.
Nelayan yang terjebak di Jembatan Dermaga Pasir besi PT SBP Tegalbuled yang berhasil dievakuasi

beritausukabumi.com-Satu dari tiga korban tewas saat ambruknya jembatan Dermaga Tambang Pasir Besi PT Sumber Baja Prima (SBP) Tegalbuled Kabupaten Sukabumi, diketahui berstatus mahasiswa.

Kasat Pol Airud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, mengungkapkan tiga korban yang kali pertama, yakni Rahmat (51 tahun).

Rahmat ditemukan tewas pada Kamis pagi (17/10/2024) sekitar pukul 06.00 WIB oleh nelayan sekitar di Pantai Cikole, Desa Wangunjaya, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur. Sementara korban kedua, Rohimat (36 tahun), ditemukan di hari Jumat (18 Oktober 2024), di Pantai Cikalapa.

Bacaan Lainnya

Dan korban terakhir, bernama Dede Yusup (28 tahun), yang diketahui berstatus atau berpropesi sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sukabumi juga ditemukan pada Jumat pagi (18/10/2024), sekitar pukul 07.00 WIB di Pantai Ranca Gempol, Muara Cisokan, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur.

“Korban ditemukan dalam kondisi telanjang bulat oleh nelayan setempat. Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi saat itu juga,”kata Tenda Sukendar.

Menurut Tenda Sukendar, Dede Yusup, merupakan warga Kampung Ranca Herang, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi.

Sebelumnya diberitakan, pada Rabu (16/10/2024) di Jembatan Dermaga PT SBP sebanyak 74 orang melintas dan berada di dermaga bekas tambang pasir besi tersebut.

Empat orang dinyatakan hilang, namun di hari yang sama, satu orang dari empat orang yang dinyatakan hilang terbawa gelombang ombak, berhasil selamat.

Sedangkan 71 orang yang terjebak berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas. Kejadian itu disebabkan ambruknya penyangga jembatan yang sudah rapuh ditambah terjangan ombak yang tinggi saat itu.

Lokasi itu sudah cukup lama tidak beroperasi, namun, nelayan dan warga sekitar tetap memanfaatkan tempat itu, baik itu mencari ikan terutama benur maupun sekadar jadi lokasi spot foto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *