Penjaga Warung Sate di Warungkiara Sukabumi Ditodong Pistol Lima Orang Tak Dikenal

Ilustrasi penodongan (foto:pixabay)

BERITAUSUKABUMI.COM-Malam mencekam dialami Teguh, seorang penjaga warung sate di Kampung Cigombong, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.

Pada Sabtu dini hari, 19 April 2025, ia menjadi korban intimidasi dan pemerasan oleh lima orang asing, salah satunya perempuan.

Insiden bermula saat sebuah mobil Honda Brio berwarna kuning berhenti di depan warung sekitar pukul 03.30 WIB. Kelima orang di dalam mobil tersebut turun dan memesan makanan berupa sop dan ayam goreng.

Bacaan Lainnya

Namun suasana mendadak berubah tegang ketika salah satu dari mereka mengeluhkan bahwa sop yang dipesan tumpah dan menuntut kompensasi. Meski Teguh telah menawarkan ganti rugi dan meminta maaf, reaksi para pelaku justru semakin agresif.

“Mereka langsung marah besar, padahal saya sudah minta maaf dan siap mengganti. Tapi tetap saja saya dimarahi,” ujar Teguh saat diwawancarai pada Selasa, 22 April 2025.

Ketegangan meningkat ketika dua dari pelaku memukul Teguh, dan salah satu dari mereka mengeluarkan senjata api. Senjata tersebut bahkan sempat diarahkan ke kepala dan perutnya.

“Ada yang menampar dan memukul, lalu satu orang mengacungkan pistol sambil mengancam saya. Saya dengar ada yang bilang, ‘tembak saja’,” kisah Teguh.

Karena takut akan keselamatannya, Teguh tidak berani melawan. Pelaku juga sempat mengaku sebagai anggota polisi dan menunjukkan gantungan yang menyerupai identitas resmi.

“Saya kerja berdua sama teman, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan lima orang lain yang ada di sekitar juga tak berani mendekat karena ikut diancam,” lanjutnya.

Para pelaku kemudian memaksa Teguh untuk memberikan uang sebesar Rp200.000 agar masalah dianggap selesai. Namun Teguh hanya memiliki Rp50.000, yang akhirnya ia serahkan karena tidak mampu memberikan lebih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *