Lagi, Jalan Rusak di Ciaul Kota Sukabumi Telan Korban, Kali ini Tukang Ojek jadi Korban

BERITAUSUKABUMI.COM-Seorang tukang ojek pangkalan bernama Ujang Supriatna (69 tahun) harus dilarikan ke Puskesmas setelah terjatuh akibat kondisi jalan berlubang dan rusak di Jalan Ciaul Kota Sukabumi, Kamis (2/4/2026).

Peristiwa terjadi sekira Pukul 08.00 WIB pagi hari, ketika pria yang akrab disapa Mang Ukri yang juga sesekali jadi juru parkir ini melintas di Jalan Ciaul Pasir, tepatnya didekat SMP Negeri No. 22 Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

Ban motor depan yang dikemudikannya terperosok ke lubang  di badan jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Akibatnya, ia kehilangan kendali dan terjatuh keras ke aspal.

Benturan tersebut menyebabkan luka serius di bagian wajah, termasuk pendarahan hebat, luka robek, serta memar pada tangan dan kaki.

Saksi mata, Wahyu (36 tahun), mengaku tidak melihat langsung detik-detik kejadian.

Namun, Wahyu langsung sigap saat melihat korban sudah dalam kondisi bersimbah darah di lokasi.

“Saya lihat sudah berdarah-darah. Langsung saya evakuasi dan bawa ke Puskesmas terdekat supaya cepat ditangani,” ujar Wahyu dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM.

Lebih jauh Wahyu mengatakan, kecelakaan akibat jalan rusak di lokasi tersebut bukan kejadian pertama.

Kondisi korban setelah alami kecelakaan

Bahkan, menurutnya, insiden serupa sudah kerap terjadi dan menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan.

Wahyu juga mengungkapkan, jalan tersebut terakhir kali diperbaiki secara menyeluruh sekitar 25 tahun lalu.

Sejak itu, perbaikan hanya bersifat tambal sulam dan tidak bertahan lama.

Kondisi ini mendorong warga untuk bergerak secara swadaya.

Mereka sempat memperbaiki jalan dengan dana pribadi, namun hasilnya tidak bertahan karena tingginya volume kendaraan dan minimnya penanganan serius dari pemerintah.

Kini, lubang-lubang di jalan hanya ditutup seadanya menggunakan material sisa bangunan, yang mudah rusak kembali saat hujan turun.

Wahyu dan warga lainnya pun mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen.

“Jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan dua wilayah, sehingga keberadaannya sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *