BERITAUSUKABUMI.COM-Selain dibuat kecewa dengan proses dan hasil penetapan UMK 2022, ribuan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa menolak penetapan UMK 2022 juga dibuat kecewa dengan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami yang tidak menemui buruh untuk menjelaskan proses dan hasil penetapan UMK 2022.
“Seluruh buruh sangat kecewa dengan tidak adanya Bupati Sukabumi Marwan Hamami yang tidak menemui para buruh untuk menjelaskan alasan pencabutan rekomendasi kenaikan upah di Kabupaten Sukabumi,”kata Ketua DPC GSBI Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin saat demo di depan Gedung Pendopo Sukabumi, Rabu 2 Desember 2021.
- KSPI : Dampak Pandemi Covid, 50 Ribu Buruh Sudah Di PHK
- Apapun Bentuknya, Buruh Sukabumi Tolak Vaksinasi Berbayar
- Termasuk Sukabumi, Buruh Paling Rawan jadi Penyebar Klaster Covid-19
Menurut Dadeng, Marwan Hamami telah mem-PHP buruh Sukabumi. Penilaian ini setelah Bupati Marwan Hamami yang semula merekomendasikan kenaikan upah sebesar 5 persen, tapi pada kenyataannya rekomendasi tersebut dicabut dan tidak ada kenaikan upah di Kabupaten Sukabumi.
“Kenaikan UMK itu mutlak. Kami akan terus berjuang agar UMK buruh di Kabupaten Sukabumi sesuai harapan para buruh,”tegas Dadang .
Diketahui, Bupati Marwan Hamami tidak menemui massa buruh di Pendopo Sukabumi lantaran Marwan Hamami lebih memilih acara peringatan Hari AIDS se-Dunia tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2021 di Taman Lapangan Cangehgar Palabuhanratu.
Penetapan UMK 2022 Kabupaten Sukabumi sudah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.
Berdasarkan keputusan ini, UMK Tahun 2022 untuk Kabupaten Sukabumi yang awalnya diusulkan Rp 3.125.444,72 tapi tidak mengalami kenaikan sama sekali dari UMK 2021.
Penetapan keputusan UMK 2022 inilah yang memicu gelombang aksi unjuk rasa buruh Sukabumi. Terlebih dalam prosesnya, buruh Sukabumi menilai Bupati Marwan Hamami ditengah jalan secara sepihak diduga telah merevisi rekomendasi usulan kenaikan UMK 2022 sesuai kesepakatan Dewan Pengupahan Kabupaten Sukabumi, yang awalnya diusulkan naik 5 persen tapi faktanya tidak naik 1 persenpun.
editor : Irwan Kurniawan





