BERITAUSUKABUMI.COM-Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah bangunan di MTs Nurul Hasanah, Kampung Cicukang, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (24/11/2025) pagi.
Peristiwa itu menyebabkan kerusakan besar pada kantor madrasah, beberapa ruang kelas, ruang kepala sekolah, serta perpustakaan.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, api pertama kali terlihat muncul dari ruang Tata Usaha (TU) yang berada di lantai dua gedung utama.
Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab awal. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke ruangan lain dan membakar seluruh bangunan yang saling terhubung.
Warga sekitar dan guru berusaha membantu memadamkan api, namun besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Api baru dapat sepenuhnya padam setelah petugas pemadam tiba di lokasi.
Kebakaran tersebut menghancurkan setidaknya enam ruangan yang menjadi pusat kegiatan administrasi dan belajar mengajar.
Dua ruang kelas berukuran sekitar 8×7 meter, kantor madrasah, ruang kepala sekolah, ruang TU, serta perpustakaan rata dengan tanah.
Fasilitas pendidikan yang ada di dalamnya juga ikut musnah. Dokumen penting seperti ijazah siswa, buku induk, berkas administrasi, hingga akta tanah sekolah hangus terbakar.
Peralatan elektronik seperti komputer, printer, laptop, proyektor, serta lemari arsip juga tidak dapat diselamatkan.
Perpustakaan sekolah menjadi salah satu ruang yang mengalami kerusakan paling parah. Ribuan buku penunjang belajar hilang terbakar, termasuk referensi utama untuk siswa dan guru.
Pihak madrasah telah melakukan pendataan awal terhadap bangunan dan sarana yang rusak. Dari hasil rekapitulasi tersebut, total kerugian ditaksir mencapai Rp 818.670.000.
Angka itu mencakup kerusakan fisik bangunan, hilangnya berbagai aset sekolah, serta peralatan penunjang pendidikan yang ikut terbakar.
Aktivitas Belajar Mengajar Tetap Berlanjut
Meski mengalami kerusakan berat, pihak sekolah memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebagai langkah darurat, MTs Nurul Hasanah berencana memasang tenda sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berlangsung, terutama karena siswa akan menghadapi ulangan semester dalam waktu dekat.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa seluruh warga sekolah sangat terpukul atas musibah ini, terlebih karena banyak arsip penting tidak dapat diselamatkan.
Namun pihaknya menegaskan bahwa sekolah akan berupaya bangkit dan mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat, untuk membantu pemulihan sarana pendidikan tersebut.





