BERITAUSUKABUMI.COM-Jajanan tradisional es gabus mendadak menjadi perbincangan nasional setelah sebuah video yang menampilkan dugaan persekusi terhadap seorang pedagang di Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas menuding es gabus yang dijual pedagang tersebut terbuat dari bahan berbahaya menyerupai spons.
Peristiwa ini menuai kecaman warganet dan mengundang perhatian publik, bukan hanya soal sikap aparat, tetapi juga karena banyak masyarakat kembali bertanya: apa sebenarnya es gabus itu?
Kronologi Singkat Kasus Es Gabus di Kemayoran
Video yang beredar luas memperlihatkan seorang pedagang es jadul mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum aparat.
Tanpa uji laboratorium, dagangan pedagang tersebut dituding menggunakan bahan seperti spons atau busa sintetis. Bahkan dalam video, terlihat aparat meremas dan menghancurkan es gabus, disertai ucapan yang dinilai merendahkan pedagang kecil.
Rekaman itu langsung memicu reaksi keras masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi dan persekusi, terlebih dilakukan tanpa dasar ilmiah dan prosedur resmi.
Hasil Pemeriksaan: Es Gabus Dinyatakan Aman
Menanggapi kegaduhan publik, Polres Metro Jakarta Pusat bersama pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap sampel jajanan yang dijual pedagang tersebut.
Hasilnya, es gabus dinyatakan aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti yang dituduhkan sebelumnya.
Pihak kepolisian memastikan es tersebut murni terbuat dari bahan makanan dan layak edar. Aparat yang terlibat pun akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada pedagang dan masyarakat.
Apa Itu Es Gabus?
Es gabus merupakan jajanan tradisional Indonesia yang sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Makanan ini sering dijumpai di sekolah, pasar tradisional, hingga dijajakan dengan gerobak keliling.
Es gabus memiliki tekstur lembut, berpori, dan ringan. Bentuknya memang menyerupai gabus atau spons, namun bukan terbuat dari bahan sintetis.
Bahan dan Proses Pembuatan Es Gabus
Secara umum, es gabus dibuat dari: Tepung hunkwe atau tepung sagu, Air atau santan, Gula, Garam secukupnya dan Pewarna makanan yang aman
Adonan dimasak hingga matang dan mengental, lalu dituangkan ke dalam cetakan atau loyang. Setelah dingin dan mengeras, adonan dipotong-potong dan disajikan sebagai jajanan segar.
Tekstur berpori yang menyerupai busa inilah yang kerap membuat orang awam keliru, padahal sifat tersebut murni berasal dari reaksi tepung saat dimasak.
Pelajaran dari Kasus Viral Es Gabus
Kasus di Kemayoran menjadi pengingat penting bahwa, Penanganan dugaan pelanggaran pangan harus berbasis uji ilmiah, bukan asumsi, Pedagang kecil berhak mendapat perlakuan manusiawi dan adil. Serta aparat seharusnya mengedepankan edukasi, bukan intimidasi
Alih-alih membahayakan, es gabus justru merupakan bagian dari warisan kuliner rakyat yang masih bertahan hingga kini.
Viralnya kasus es gabus di Kemayoran bukan hanya membuka kembali ingatan masyarakat pada jajanan jadul, tetapi juga memicu diskusi serius tentang cara aparat menjalankan tugas di lapangan.
Es gabus terbukti aman, dan peristiwa ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang, terutama terhadap pelaku usaha kecil.
SUMBER : DARI BERBAGAI SUMBER





