Hotel Bunga Ayu Palabuhanratu Manfaatkan Limbah Batu Bara untuk Coran Lantai

Penggecoran menggunakan limbah batu bara di Hotel Bunga Ayu/foto:opung

BERITAUSUKABUMI.COM-Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort Palabuhanratu Sukabumi, manfaatkan bottom ash atau limbah batu baru yang didapatkan dari PLTU Jabar II Palabuhanratu untuk bahan coran lantai di beberapa titik areal hotel tersebut.

Iyan Bastian, managamen Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort Palabuhanratu mengatakan limbah batu bara yang dimanfaatkan untuk coran di Hotel Bunga Ayu Sea Side Resort Palabuhanratu, itu merupakan bahan yang dipadukan dengan bilahan pohon bambu.

“Dan ternyata hasilnya dapat digunakan untuk membangun infrastruktur berkualitas, mulai dari jalan, jembatan, bangunan dan lain sebagainya,”ungkap Iyan dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (2/12/2023).

Bacaan Lainnya
Anyaman bilahan bambu sebagai pengganti plat besi coran/foto:opung

Iyan yang juga aktif di pelestarian lingkungan ini mengungkapkan limbah batu bara menjadi pengganti material pasir sebagai bahan adukan untuk coran. Sedangkan bilahan bambu jadi pengganti batang besi atau wiremesh untuk memperkuat coran.

BACA JUGA :

Bottom ash atau limbah batu bara ini bisa digunakan untuk membuat bangunan dan pengecoran, kalau pakai bottom ash tidak perlu pakai pasir dan split lagi, jadi hanya bottom ash ditambah semen saaja sudah cukup,”kata pria yang lebih akrab dipanggil Opung ini.

Adapun penggunaan bilahan bambu sebagai pengganti batang besi atau wiremesh, menurut Iyan itu berdasarkan pengalaman orangtua terdahulu.

“Kan orangtua dahulu kerap menggunakan pohon bambu untuk membangun jalan serta jembatan yang hingga kini masih awet dan bisa digunakan,”terangnya.

Menurutnya, kedua bahan tersebut sangat direkomendasikan untuk pembangunan jalan desa. Karena, menjadi alternatif bahan material murah dengan hasil berkualitas baik, selain itu untuk mengurangi dampak negatif limbah batu bara,”tuturnya.

Ketua Umum Perkumpulan Dunia Bambu Sukabumi, Muhammad Agus Ramdan menambahkan, contoh bangunan menggunakan bambu masih banyak berdiri sampai saat ini. Salah satunya, rumah peninggalan Belanda di wilayah Kota Sukabumi.

Hasil coran menggunakan limbah batu bara/foto:opung

Selain itu, sambung Agus, jembatan cor di kampung Adat Cisungsang Kecamatan Cisolok, juga menggunakan bambu sebagai wiremesh, infrastruktur itu hingga kini masih kuat dan aktif digunakan warga.

Untuk pengecoran, bambu yang digunakan harus jenis tertentu. Seperti bambu gombong atau bambu mayan,” terangnya.

Terlebih lanjut Agus mengatakan, pengecoran lantai dua ke atas tidak boleh menggunakan wiremesh bambu sepenuhnya. Harus ditambahkan batangan besi sebagai bentangan, hal itu dilakukan guna menambah kekuatan tahanan coran.

“Kalau menggunakan wiremesh full besi semua tentu biayanya lumayan cukup mahal, sedangkan kalau kita menggunakan sumberdaya alam seperti bambu, tentu biaya yang dikeluarkan akan lebih hemat,” tandasnya.


editor : Irwan Kurniawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *